Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Berau Bebas dari Kampung Tertinggal, SPAM Kampung Mapulu Beroperasi 

Faroq Zamzami • Selasa, 2 Juli 2024 - 15:40 WIB
NAIK STATUS: Kampung Mapulu di Kecamatan Kelay, yang sebelumnya direlokasi oleh Pemerintah Kabupaten Berau telah naik status dari tertinggal menjadi berkembang.
NAIK STATUS: Kampung Mapulu di Kecamatan Kelay, yang sebelumnya direlokasi oleh Pemerintah Kabupaten Berau telah naik status dari tertinggal menjadi berkembang.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Pada 2024 dipastikan Berau bebas dari kampung berstatus tertinggal.

Hal ini dikarenakan, kampung terakhir dengan status tersebut yakni Mapulu, Kecamatan Kelay, naik status menjadi kampung berkembang.

Suksesnya hal ini tidak lepas dari peran Bupati Berau, Sri Juniarsih dan Wakil Bupati Berau, Gamalis yang berhasil relokasi kampung tersebut.

Banyak pembangunan yang diprioritaskan guna mendongkrak status kampung tersebut.

Pemkab, berhasil menuntaskan pembangunan rumah layak huni. Selain itu menuntaskan fasilitas air bersih bagi 34 kepala keluarga yang tinggal di pedalaman Kelay itu. 

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan bahwa Sistem Penyedian Air Minum (SPAM) yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sejak tahun 2023 lalu, telah beroperasi dan sudah mengalirkan air bersih hingga ke rumah-rumah penduduk.

“Kami tentu bersyukur, upaya dan kerja-kerja kita membuahkan hasil yang cukup memuaskan,” ungkapnya.

“Pemerintah terus berkomitmen membagun kampung, sehingga masyarakat semakin sejahtera dan bisa hidup dengan layak,” tambahnya.

Dirinya pun merasa bangga dan bersyukur, perjalanan panjang mendampingi Kampung Mapulu, berbuah manis.

Secara bertahap menunjukkan hasil yang tentu menjawab harapan masyarakat di pedalaman Kelay ini.

Berawal dengan membangun fasilitas pemerintahan, sarana pendidikan, rumah layak huni, hingga air bersih dan akses jalan menuju Mapulu, terpenuhi di kampung ini. 

“Alhamdulillah status indeks desa membangun untuk Kampung Mapulu pada tahun ini sudah naik dari status tertinggal menjadi berkembang,” ungkap Sri Juniarsih, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, Tentram Rahayu.

Pemkab Berau ditegaskannya berkomitmen untuk terus membangun kampung yang tersebar di 13 kecamatan mulai di pedalaman, pesisir hingga kepulauan.

Secara bertahap status kampung terus meningkat dari berkembang, maju, hingga berstatus mandiri.

Pemerataan pembangunan terus dilakukan, terutama pemenuhan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Ini komitmen kami untuk terus membangun kampung, memastikan uang rakyat untuk rakyat, melalui pemanfataan APBD yang optimal untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Berau,” katanta. 

Terpisah, Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu menuturkan dengan mengalirnya air bersih di Kampung Mapulu telah menuntaskan, bahwa tidak ada lagi kampung tertinggal di Kabupaten Berau.

Ini merupakan gerak cepat langkah Pemerintah Daerah dan lintas OPD untuk sama-sama menyelesaikan persoalan yang ada.
 
“Tentu, ini merupakan hasil kerja sama, kolaborasi dan keberhasilan lintas OPD yang membidangi setiap kebutuhan di masyarakat,” ujarnya. 

Terpisah, Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMLP) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Decty Toge Manduli menerangkan proyek strategis untuk pengentasan kampung tertinggal ini, yaitu pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Mapulu dimulai pada April 2024 dan telah selesai.

Hasilnya, Kampung Mapulu kini punya sumber air bersih yang layak dan mampu memenuhi kebutuhan di sana.

“Sekarang sudah bisa mengalir ke rumah warga, tinggal penyempurnaan dan target untuk sekitar 35 rumah warga bisa tuntas,” katanta.(Sen/adv/hmd/far)

Editor : Faroq Zamzami
#berau #pemkab berau #kabupaten berau #kampung