Prokal.co, BALIKPAPAN – Usulan pembangunan pos pemadam kebakaran atau pasukan mencegah kebakaran (PMK) di Balikpapan Timur sudah dibahas pada 2023 lalu. Antara anggota DPRD Balikpapan dan BPBD Balikpapan.
Namun sayang hingga pertengahan tahun ini belum ada kabar terbaru soal rencana pembangunan damkar di ujung wilayah timur. Khususnya daerah sekitar Gunung Tembak.
Ini terus menjadi perhatian Anggota Komisi III Nurhadi Saputra. Politikus Dapil Balikpapan Timur ini menjelaskan, saat ini pos pemadam kebakaran wilayah timur berada di Kelurahan Manggar Baru.
Jika terjadi bencana di Gunung Tembak akan sulit menjangkau damkar yang berada di Manggar Baru. Kurang lebih membutuhkan perjalanan hingga 20 menit karena jarak begitu jauh.
Nurhadi bercerita akan menagih informasi ini saat bertemu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam pembahasan APBD murni 2025 mendatang. Mengingat tahun lalu sudah pernah membahas usulan ini kepada BPBD.
“Saat pembahasan murni 2025, saya akan menagih kepada BPBD karena ini bagian dari inovasi kepala dinas,” ucapnya kepada awak media. Dia menuturkan, usulan penambahan damkar sudah pernah disampaikan kepada BPBD pada tahun lalu.
“Jadi ada dokumentasi pertemuan. Ketika itu, kepala BPBD menjawab Insyaallah akan diajukan pada nomenklatur anggaran 2025,” ucapnya. Dia mengapresiasi upaya BPBD telah memiliki stasiun PMK di setiap kecamatan.
Namun untuk Balikpapan Timur saat ini berada di Manggar Baru. Menurutnya terlalu sulit dan jauh untuk menjangkau wilayah terujung perbatasan dengan Pemkab Kutai Kartanegara.
“Kalau mau diukur dari stasiun pemadam Manggar Baru butuh waktu 20-30 menit. Kalau kebakaran bisa habis sudah baru datang,” bebernya. Nurhadi berharap bisa hadir dua stasiun PMK di wilayah Balikpapan Timur karena sudah menjadi kebutuhan.
Dia menambahkan, Gunung Tembak memiliki puskesmas pembantu dan polsek pembantu. Tetapi tidak ada stasiun damkar pembantu. Nurhadi menilai pemerintah juga kecolongan tidak menyediakan damkar.
Nurhadi berharap pemerintah bisa memperhatikan hal itu.“Kejadian beberapa tahun lalu, api bukan mati karena damkar datang tapi tidak ada lagi yang bisa dilahap,” pungkasnya.
Editor : Wawan