PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Stok pangan di Kota Beriman dinilai masih dalam kondisi aman. Mengingat saat ini memasukin peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan Sri Wahjuningsih. Melihat laporan yang masuk stoj dinilai masih mencukupi.
“Balikpapan ini sangat tergantung dari pasokan dareah lain. Tidak semua bahan pangan dihasilkan oleh para petani lokal maupun peternak yang ada di kota kita," jelas saat ditemui di Balai Kota Balikpapan belum alam ini.
Yuyun akrab disapa, menyampaikan, hanya 25 persen bahan pangan atau bahan pokok di Balikpapan yang disuplai oleh petani atau peternak lokal. Sisanya berasal dari daerah penghasil lainnya, yakni Sulawesi dan Jawa.
Dia menyampaikan, Pemkot Balikpapan juga telah melakukan kerja-sama dengan sejumlah daerah penghasil. Kerja sama itu, kata dia sudah ditanda tangani oleh Wali Kota Balikpapan dengan daerah penghasil melalui dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
"Oleh sebab itu, hingga saat ini stok pangan di Kota Balikpapan masih aman hingga saat ini," jelasnya.
Dia mengemukakan, kebutuhan yang paling banyak di butuhkan di Kota Balikpapan adalah seperti beras, daging baik ayam maupun sapi, cabai, dan bawang baik bawang merah maupun bawang putih.
Ia memaparkan, berdasarkan data dari DP3, kebutuhan beras di Kota Balikpapan yang memiliki jumlah penduduk 738.532 kebutuhan beras mencapai 5.369. Dengan rincian konsumsi RT sebanyak 4.063 ton, konsumsi Horeka akronim dari hotel restoran, dan kafe sebanyak 1.276 ton dan barang keluar sebanyak 30 ton. "Untuk stok pasokan beras kita di bulan ini sebanyak 10.887, artinya masih surplus 5.512 ton," imbuhnya.
Sementara itu, untuk daging ayam dan daging sapi juga masih masih surplus di Kota Balikpapan. Ia menambahkan, untuk kebutuhan daging sapi di Kota Balikpapan adalah sebanyak 488 ton dengan jumlah stok ketersediaan sebanyak 1.591 ton. "Maka dari itu, kita masih surplus sebanyak 1.103 ton," ujarnya.
Sedangkan untuk daging ayam memiliki kebutuhan sebanyak 2.648 ton dengan jumlah kebutuhan stok ketersediaan sebanyak 5.846 ton. Jumlah itu juga masih surplus sebanyak 3.198 ton.
Editor : Wawan