Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Duit Tak Laku untuk Belanja di Pasar Tradisional di Kabupaten Paser Ini, Transaksinya Pakai Ini

Redaksi • Senin, 30 Maret 2026 - 17:08 WIB

JADI DAYA TARIK: Jual beli di Pasar Tradisional Pakot Lati Tuo, Desa Klempang Sari, Kuaro, Kabupaten Paser, menggunakan koin kayu.
JADI DAYA TARIK: Jual beli di Pasar Tradisional Pakot Lati Tuo, Desa Klempang Sari, Kuaro, Kabupaten Paser, menggunakan koin kayu.

Photo
Photo

PROKAL.CO, KUARO-Di lokasi wisata Pasar Tradisional Pakot Lati Tuo, Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), pengunjung tak bisa menggunakan duit untuk bertransaksi.

Mereka harus menukarkan rupiah dengan koin kayu sebagai alat tukar sah untuk berbelanja kuliner lokal di destinasi wisata ini.

Kepala Desa Klempang Sari, Sugiarto, menjelaskan penggunaan koin kayu tersebut merupakan strategi untuk menciptakan daya tarik khas bagi wisatawan. Koin-koin ini memiliki nilai nominal mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 20.000 dan diproduksi langsung menggunakan material kayu dari desa setempat.

"Sengaja digunakan transaksi ini agar menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang," ujar Sugiarto, Minggu (29/3/2026).

Selain menawarkan pengalaman belanja yang berbeda, pasar ini fokus menyajikan berbagai masakan tradisional yang mulai langka.

Sugiarto menyebutkan, menu yang dijajakan adalah masakan unik dan khas yang jarang ditemui di wilayah perkotaan.

Seperti ponta, makanan khas Paser. Ponta terbuat dari padi ketan muda yang disangrai dan ditumbuk. Singkatan dari podangan ketan. Ada juga dodol dan serabi khas Paser.

Kata dia, pembangunan kawasan wisata mangrove dan pasar tradisional ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah desa dengan pihak ketiga. Program ini dirancang khusus untuk menghidupkan sektor ekonomi kreatif bagi warga sekitar.

Sasaran utama pelaku ekonomi adalah ibu rumah tangga yang memiliki keahlian memasak dan pelaku UMKM di Kecamatan Kuaro.

Di fasilitas wisata ini pengunjung dapat menikmati suasana alam hutan mangrove dengan menyusuri sungai menggunakan perahu. Biaya tiket masuk dibanderol cukup terjangkau, Rp 10.000 per orang.

Sugiarto mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tetap menjaga kelestarian alam dan kebersihan area wisata selama berkunjung.

"Mohon masyarakat yang berbelanja dan makan di sini agar menjaga kebersihan bersama," katanya. Pasar Tradisional Pakot Lati Tuo yang mulai dibuka pada Sabtu (28/3/2026) merupakan magnet baru di destinasi wisata Desa Klempang Sari di Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser.

Kabid Kepariwisataan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Khairuddin, mengatakan aktivitas di pasar ini akan menjadi agenda rutin setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu.

"Pengunjung diajak merasakan pengalaman unik yaitu menyusuri sungai di tengah rerimbunan hutan mangrove sembari berburu kuliner lokal," kata Khairuddin, Minggu (29/3/2026).

Pasar ini menonjolkan autentisitas lokal yang jarang ditemukan di tempat lain. Beberapa daya tarik utamanya adalah olahan kecombrang, mulai dari bunga utuh hingga produk turunan seperti sambal kecombrang yang aromatik.

Selain itu, kudapan tradisional, tersedia dodol dan serabi khas Paser yang dimasak dengan resep turun-temurun. (jib/far)

Editor : Faroq Zamzami
#pasar tradisional #paser #transaksi