Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Harusnya LPG 3 Kg Tidak Dijual Melebihi Rp 20 Ribu, Pemkot Samarinda Lanjutkan Program Subsidi Tepat Sasaran

Muhamad Yamin • Jumat, 14 Februari 2025 - 16:04 WIB
Andi Harun
Andi Harun

SAMARINDA - Wali kota Samarinda Andi Harun memerintahkan Asisten II untuk melanjutkan program subsidi tepat sasaran LPG 3 kg kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Diakui, programnya LPG 3 kg subsidi bagi warga miskin kota Samarinda yang kini berjalan masih belum sempurna.

"Kota Samarinda betul ikut terkena sedikit dampak. Tetapi kita bersyukur sudah punya inovasi, melalui kartu tepat sasaran dan ini sekarang berlanjut kartu tepat sasaran UMKM," kata Andi Harun saat ditanya kelangkaan LPG 3 kilo, 12 Februari 2025.

"Inti dari tata kelola dan tata niaga LPG, barang ini subsidi. Nggak boleh dari Rp 20 ribu seharusnya. Jadi, di lapangan ada melebihi Rp 20 ribu, pasti sudah menyalahi tujuan dari pemberian subsidi LPG. Saya sudah beri arahan Asisten II yakni kartu tepat sasaran," katanya.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menjamin pasokan LPG subsidi 3 Kg di Kota Samarinda dalam kondisi aman dan tetap tersedia bagi masyarakat dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pertamina terus menjaga kelancaran distribusi LPG 3 Kg agar tetap tepat sasaran dengan koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota Samarinda, Hiswana Migas, serta Aparat Penegak Hukum (APH) setempat.

Upaya Pertamina itu menghadirkan sub pangkalan LPG di Samarinda seberang yakni warung kelontong atau pengecer LPG yang sebelumnya telah terdaftar di Merchant Apps Pertamina (MAP) dan kini beralih menjadi sub pangkalan resmi.

Keberadaan sub pangkalan diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan LPG 3 Kg, terutama di daerah yang jauh dari pangkalan utama.

Sampai 9 Februari 2025, Pertamina sudah menyalurkan 3.097 tabung LPG 3 Kg di Kota Samarinda, melampaui kuota yang ditetapkan sebesar 2.957 tabung, atau mengalami kelebihan distribusi sekitar 4,8 persen. (*)

Editor : Indra Zakaria