SAMARINDA – Suasana riuh dan padat menyelimuti Pelabuhan Samarinda pasca-perayaan Idulfitri 1447 Hijriyah. Memasuki puncak arus balik, ribuan penumpang dari berbagai daerah, khususnya Parepare, Sulawesi Selatan, tampak memadati area kedatangan dan keberangkatan sejak akhir pekan lalu.
Lonjakan penumpang ini terlihat jelas dari jadwal sandar kapal-kapal besar. Pada Minggu (29/3/2026) pagi, KM Prince Soya tiba dengan membawa sekitar 1.600 pemudik, sebuah angka yang mendekati kapasitas maksimal kapal. Tidak hanya manusia, kapal tersebut juga membongkar puluhan kendaraan roda dua dan belasan roda empat yang menambah kepadatan di area dermaga.
Tren peningkatan terus berlanjut hingga Senin (30/3/2026). KM Adithya yang bersandar pada pukul 10.00 WITA tercatat mengangkut 1.787 penumpang, yang terdiri dari 1.361 orang dewasa dan 426 anak-anak. Selain membawa pemudik, kapal ini juga menjadi urat nadi pasokan pangan dengan membawa muatan logistik berupa beras, telur, hingga sayur-mayur.
Di tengah hiruk-pikuk pelabuhan, banyak pendatang baru yang mencoba peruntungan di Ibu Kota Kalimantan Timur ini. Salah satunya adalah Muskomar, perantau asal Soppeng. “Saya baru pertama kali ke sini bersama istri dan anak. Rencananya mau cari kerja di Samarinda,” ujarnya singkat sembari memantau transportasi lanjutan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Ridha Rengreng, mengonfirmasi bahwa kondisi saat ini merupakan titik puncak arus balik yang telah diprediksi sebelumnya. Menariknya, arus keberangkatan dari Samarinda menuju Sulawesi juga menunjukkan tren serupa dengan jadwal keberangkatan sekitar 1.400 penumpang.
“Pergerakan penumpang dalam beberapa hari ini sangat tinggi, baik yang datang maupun berangkat. Kami memaksimalkan seluruh layanan agar operasional tetap tertib dan lancar,” jelas Capt. Ridha pada Senin sore.
Untuk mengantisipasi kerawanan, otoritas pelabuhan telah menyiagakan layanan terpadu yang melibatkan personel Pelindo, TNI, Polri, hingga tim kesehatan. Pemeriksaan kesehatan menjadi prioritas utama, terutama bagi penumpang yang akan melanjutkan perjalanan darat ke wilayah lain di Kaltim.
“Kami memastikan seluruh sistem layanan tetap berjalan optimal guna menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik hingga arus balik benar-benar melandai,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria