TARAKAN – Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) tahun ini bakal dilaksanakan di Papua. Tim Kaltara pun melirik delapan cabang olahraga (cabor) di pertandingan tingkat pelajar tersebut. Salah satunya yang memiliki peluang adalah cabor panahan.
Namun, dikatakan Taufiq, wakil ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltara, pihaknya masih menunggu penjelasan tentang tahapan menjaring atlet daerah di Popnas yang diterapkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara. Taufiq mengakui pemberitahuan awal sudah dilakukan pihak Dispora, namun masih perlu dilakukan proses penjaringan atlet daerah yang akan diboyong ke Papua nantinya. “Kami masih menunggu. Tidak hanya panahan saja tetapi beberapa cabor yang lainnya juga demikian. Karena untuk tahapan seleksi ini harus betul-betul serius dibahas karena Popnas merupakan ajang bergengsi untuk pelajar,” bebernya kepada media ini.
Diketahui beberapa tahun silam, proses penyeleksian atlet panahan di Popnas tidaklah membutuhkan waktu yang lama. Sebab saat itu hanya Kota Tarakan yang baru terbentuk pengurus Perpani di daerah. Namun saat ini, Taufiq menuturkan beberapa daerah seperti Tana Tidung, Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Malinau, sudah memiliki atlet panahan sehingga wajib untuk melaksanakan seleksi tingkat provinsi. “Karena di beberapa daerah sudah memiliki atlet jadi wajib kita lakukan seleksi,” jelasnya.
Pihaknya pun masih menunggu keputusan resmi dari Dispora terkait wacana teknis pelaksanaan Popnas ini. Sehingga setiap daerah hanya diperintahkan untuk mempersiapkan atletnya. “Seleksi ini pastinya membutuhkan anggaran dan semua itu akan ditanggung oleh Dispora,” tuturnya. (puu/ash)
Editor : anggri-Radar Tarakan