LEICESTER– Leicester City sudah kehilangan lima poin dalam dua matchweek terakhir Premier League. Ditahan 1-1 Norwich City (14/12), lalu kalah 1-3 di kandang Manchester City (21/12). Akibatnya, margin poin dengan pemuncak klasemen Liverpool menjauh jadi 10 poin (39–49).
Situasinya bisa lebih buruk bagi Leicester seiring lawan pada matchweek ke-19 di Stadion King Power dini hari nanti adalah Liverpool (siaran langsung Mola App/Mola Matrix/Mola Polytron Streaming pukul 03.00 WIB). Kalah dalam laga bertajuk Boxing Day itu berarti The Foxes –julukan Leicester City– sepertinya harus merelakan The Reds –julukan Liverpool– mulus merengkuh kampiun pertamanya di Premier League.
Pelatih Leicester Brendan Rodgers kepada Leicester Mercury kemarin (25/12) meyakini bahwa timnya bakal kembali ke jalur kemenangan. ”Tugas saya dalam pertandingan (melawan Liverpool) ini adalah tidak membiarkan pemain berlarut-larut dalam kesedihan,” ucap Rodgers.
”Kami masih tim yang solid. Kami memercayai setiap proses pasti ada fase naik turunnya,’’ lanjut mantan pelatih Liverpool (2012–2015) tersebut.
Rodgers tidak memungkiri Liverpool yang baru saja memenangi Piala Dunia Antarklub di Doha, Qatar, berada dalam konfidensi tinggi. Meski demikian, bukan berarti tidak ada celah bagi Leicester untuk menang. Berkaca dari pertemuan pertama di Anfield atau pada matchweek kedelapan (5/10), Kasper Schmeichel dkk mampu mengimbangi Jordan Henderson dkk.
Dalam laga yang dimenangi Liverpool 2-1 tersebut, penguasaan bola nyaris berimbang. The Reds 50,7 persen, sedangkan Leicester 49,3 persen. Jumlah operan juga tidak beda jauh (494-478). Yang membedakan adalah tim tuan rumah lebih mengambil inisiatif serangan sehingga mencatat 18 tembakan dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang. Bandingkan dengan Leicester dengan hanya dua tembakan! Satu di antaranya mengarah ke gawang (berbuah gol James Maddison).
”Di Anfield, kami lebih terkonsentrasi bagaimana membendung serangan mereka (Liverpool). Itu yang membuat kami lebih bermain ke dalam,” beber Rodgers kepada Liverpool Echo.
Dalam analisis Liverpool Echo, Liverpool di Anfield kala itu mencoba memanfaatkan terlalu ofensifnya bek kanan Leicester Ricardo Pereira. Roberto Firmino pun banyak bergeser ke sisi flank kiri membantu wide attacker Sadio Mane, fullback kiri Andy Robertson, sampai gelandang James Milner yang sering beroperasi di sebelah kiri.
Di sisi lain, Rodgers sebagaimana diprediksi ESPN bakal lebih memaksimalkan kekuatan lini tengah (5 pemain) untuk mengungguli lini tengah Liverpool yang minim opsi. Setelah Fabinho (cedera engkel), Alex Oxlade-Chamberlain mengakhiri tahun ini lebih awal karena cedera ligamen engkel. Untuk Giorgino Wijnaldum (cedera otot), The Reds masih menunggu perkembangan terakhir.
”Sayang sekali kami tereduksi dengan stok pemain di lini tengah. Menghadapi tim asuhan Brendan (Rodgers) yang dinamis, Anda membutuhkan para pemain yang komplet,” kata Klopp sebagaimana dilansir BBC Sport. (dra/c17/dns)
Editor : izak-Indra Zakaria