Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sayangkan Langkah APPI

izak-Indra Zakaria • Selasa, 14 April 2020 - 19:47 WIB
HARUS BERIMBANG: Gede Widiade menyebut APPI harus lebih responsif agar tidak memunculkan kesan terlambat bersikap, seperti seputar pemotongan gaji para pemain saat ini. ANGGI PRADITHA/KP
HARUS BERIMBANG: Gede Widiade menyebut APPI harus lebih responsif agar tidak memunculkan kesan terlambat bersikap, seperti seputar pemotongan gaji para pemain saat ini. ANGGI PRADITHA/KP

BALIKPAPAN—Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) bereaksi atas kebijakan PSSI tentang pemotongan gaji pemain Liga Indonesia yang terhenti karena pandemi Covid-19. Berbagai kalangan mengapresiasi langkah tersebut. Hanya, disayangkan langkah itu terbilang terlambat.

Hal tersebut diutarakan Ketua Umum Persiba Gede Widiade. Dia menghormati statement APPI. Hanya, pria yang pernah menjabat dirut Persija Jakarta ini menilai, APPI tak cukup reaktif. Pasalnya, baru bersuara ketika PSSI dan kontestan liga sudah bersepakat dengan opsi gaji maksimal 25 persen, selama pandemi Covid-19.

“APPI boleh saja keberatan. Tapi waktu awal-awal sebelum ini heboh, mereka tidak ada inisiatif membuka diskusi,” kata Gede Widiade. Lanjut pengusaha asal Surabaya itu, sejatinya pemain tetap diuntungkan lantaran dalam kondisi diliburkan tetap mendapat gaji meski tidak 100 persen setiap bulan.

Padahal, lanjut Gede, pemilik klub yang mayoritas pengusaha menjadi pihak yang paling terpukul dengan pandemi Covid-19. “Seperti saya, hotel saya tutup, lapangan golf tutup, semua usaha tutup. Kami tidak punya pemasukan tapi tetap berusaha memberikan gaji, jadi coba dipahami posisinya,” kata dia.

Dan lagi, menurut Gede, yang terjadi saat ini bukan kelalaian manajemen tim. Khusus Persiba, Gede menilai, upaya manajemen kepada pemain sudah cukup maksimal. Pemain, lanjut dia, sudah mendapat gaji dan uang muka plus tetap mendapat gaji sebesar 25 persen selama pandemi Covid-19.

Gede juga menilai langkah PSSI sudah tepat. Dengan adanya aturan yang dikeluarkan, klub-klub punya dasar hukum untuk mengambil sikap. “Bayangkan kalau PSSI tidak memberikan payung hukum,” tuntas dia. (hul/ndy/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#persiba