LIVERPOOL– Juara bertahan Liverpool FC memang mengawali Premier League di Anfield, kandangnya, dengan kemenangan. Tetapi, victory tipis 3-4 sudah bisa menjadikan Leeds United sebagai salah satu potensi kejutan musim ini. The Whites, julukan Leeds, jadi klub kedua yang bisa tiga kali menjebol gawang Liverpool di Anfield tahun ini setelah Chelsea musim lalu.
Liam Cooper dkk bahkan nyaris menahan The Reds, julukan Liverpool, 3-3 jika tidak ada gol penalti Mohamed Salah dua menit jelang waktu normal habis. ’’Tak hanya kami, Leeds juga bisa menyulitkan klub lain dengan caranya bermain ini,’’ klaim bek LFC Virgil van Dijk yang di laga ini mencatat gol sekaligus blunder, kepada Match of the Day BBC Sport.
Skema serangan balik yang direct ala entrenador Marcelo Bielsa mengingatkan Leicester City ketika memenangi Premier League 2015 – 2016. Lihat di balik terciptanya ketiga gol Leeds ke gawang Alisson Becker kemarin WIB (13/9). Semua build up golnya tak membutuhnya orang banyak.
Build up serangan cukup lewat dua pemain. Prosesnya juga selalu dimulai dari bola-bola panjang. Tiga gol dari enam kali tembakan sudah jadi bukti efektifitas serangan Leeds. Statistik menyebut, klub juara Championship musim lalu tersebut langsung mencatatkan diri dalam histori sebagai klub dengan tekel terbanyak saat menantang Jordan Henderson dkk pada laga Premier League di Anfield selama era Klopp.
Total, pemain-pemain Leeds melakukan 33 kali tekel. Lebih banyak dari rekor Newcastle United pada musim pertama Klopp berkuasa, 2015 – 2016, dengan 31 kali. Ciri khas itu juga di 2015 – 2016 ditujukkan The Foxes, jululan Leicester. ’’Liverpool adalah klub yang selalu membuat lawan berada dalam tekanan. Tapi, kali ini mereka malah yang berada dalam tekanan Leeds,’’ sebut pandit Sky Sports Graeme Souness.
Mantan legenda pujaan Kopites, sebutan fans Liverpool, yang kini juga jadi pandit di Sky Sports, Jamie Carragher, menyebut klub besar calon lawan Leeds harus menyiapkan pertahanan. ’’Dengan pertahanan sebagus Liverpool saja mereka bisa mencetak lebih banyak gol. Bahkan, di laga ini bisa terjadi skor 7-7,’’ beber Carra, sapaan akrab Carragher.
Berbicara dalam laman resmi klub, Bielsa menilai kemampuan individu pemain-pemain Liverpool yang jadi pembeda. ’’Tetapi kami sudah mampu merusak permainan Liverpool supaya mereka tidak mampu bermain bagus seperti biasanya,’’ klaim pelatih yang berjuluk El Loco itu. Sesama klub promosi, Fulham, yang bakal jadi mangsa Leeds selanjutnya, pekan depan (19/9). (ren)
Editor : izak-Indra Zakaria