YAOUNDE–Dua kali menjadi tumpuan Mesir dalam adu penalti di fase gugur Piala Afrika 2021, dua kali pula Mohamed Abou Gabal membayarnya dengan kesuksesan. Setelah berhasil mementahkan eksekusi bek Pantai Gading di babak 16 besar (27/1), Gabaski–sapaan akrab Mohamed Abou Gabal–menggagalkan dua eksekusi pemain Kamerun dalam semifinal di Olembe Stadium, kemarin (4/2).
Masing-masing tendangan bek Harold Moukoudi dan gelandang James Lea Siliki. Keduanya adalah pemain pengganti dari Kamerun. Gabaski sejatinya ”pemain pengganti” karena berstatus kiper kedua Mesir. Dia baru bermain melawan Pantai Gading setelah kiper nomor satu Mohamed El-Shenawy cedera hamstring pada menit ke-88.
Gabaski pun sebenarnya mengalami cedera kram otot menghadapi Kamerun. Cedera yang dialami kiper 33 tahun tersebut terjadi saat melawan Maroko di perempat final (30/1). Gabaski sempat dua kali menolak ditarik keluar sebelum akhirnya menyerah pada menit ke-111. Kiper dari klub lokal Mesir, Zamalek SC, itu kemudian digantikan oleh Mohamed Sobhy.
Gabaski sempat diragukan bisa turun melawan Kamerun. ”Hanya cedera biasa dan tidak akan menghalangiku tampil melawan mereka (Kamerun, Red),” ucap Gabaski kepada ESPN.
Tekad kuat Gabaski memang tidak perlu diragukan. Tekad kuat pula yang membuat dia mendapat kepercayaan kembali membela Mesir. Hal itu disebabkan rentang waktu antara laga debut dan laga kedua Gabaski bersama The Pharaohs sangat jauh. Caps pertama terjadi pada 3 September 2011 kala melawan Sierra Leone pada kualifikasi Piala Afrika, sedangkan caps kedua saat uji coba kontra Liberia (30/9/2021). Sedekade lebih.
”Memiliki kiper seperti dia (Gabaski, Red) memberi kami keyakinan lebih untuk bisa memenangi turnamen ini (juara Piala Afrika 2021, Red),” tutur pelatih Mesir Carlos Queiroz. Sayang, kartu merah melawan Kamerun kemarin membuat Queiroz absen dalam final melawan Senegal di Olembe Stadium pada Senin dini hari (7/2). (io/c13/dns/jpg/tom/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria