Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tentang Pengelolaan dan Pelaporan Dana Hibah, Rusdi: Harus Tertib Aturan

izak-Indra Zakaria • Selasa, 3 Oktober 2023 - 18:01 WIB
Rusdiansyah Aras
Rusdiansyah Aras

PEMBINAAN olahraga prestasi yang dikelola KONI tidak terlepas dari dukungan pemerintah melalui kucuran dana hibah. Setiap tahun mereka selaku induk organisasi olahraga menerima sejumlah bantuan dana dari pemerintah. Kemudian KONI menyalurkan dana itu ke pengurus cabang olahraga (cabor) selaku penanggung jawab teknis pembinaan prestasi.

Hanya, gelontoran dana yang begitu besar tidak terlepas dari risiko yang menyertai. Di antaranya, pelaporan yang tidak sesuai ketentuan hingga yang terburuk seperti penyalahgunaan. Salah sedikit, masalah tersebut mengantarkan para penerima hibah melanjutkan hidup di dalam penjara.

Hal tersebut yang menjadi perhatian Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras. Menurutnya, KONI sebagai salah satu organisasi penerima hibah harus sangat berhati-hati dan cermat dalam pelaporan. “Terpenting itu adalah tiga unsur, yakni jangan rekayasa, jangan fiktif, dan jangan mark-up,” tegasnya. Selama tiga unsur tersebut terpenuhi, tentu semua akan happy alias senang. “Happy dalam artian pembinaan prestasi berjalan dan aman dalam administrasi keuangan,” imbuh dia.

Perhatian seputar penggunaan dana hibah ini tidak lepas dari kondisi akhir-akhir ini. Untuk diketahui, saat ini terdapat beberapa KONI kabupaten/kota di Kaltim yang harus menjalani pemeriksaan terkait pelaporan penggunaan dana hibah tersebut. “Saya mewanti-wanti kawan-kawan semua untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan dan pelaporan penggunaan dana hibah tersebut,” ucap pria yang karib disapa Rusdi tersebut.

Peringatan itu juga dia tujukan kepada pengurus KONI Kaltim. Sebab, tahun depan mereka diproyeksikan menerima Rp 175 miliar dari Pemprov Kaltim yang dikucurkan dari APBD Murni 2024.

“Tentang pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan ini juga sudah disampaikan Pak Gubernur (Isran Noor) saat membuka rakerprov KONI Kaltim pada 19 September lalu. Beliau mengatakan bahwa tentang anggaran (dukungan anggaran dari pemerinta), KONI tidak perlu khawatir. Yang penting jangan dikorupsi,” tegasnya.

KONI Kaltim sudah mengupayakan berbagai langkah untuk bisa tertib dalam pengelolaan dan pelaporan dana hibah yang mereka terima. Salah satunya dengan menyelenggarakan bimbingan teknis, beberapa waktu lalu. Harapannya setelah itu, ada keseragaman pola pengelolaan dan pelaporan dari seluruh organisasi di bawah naungan KONI Kaltim.

Semakin besar dana hibah yang diterima, segaris lurus pula dengan tanggung jawab yang harus diemban. “Tetapi itu adalah dukungan besar yang juga harus dimaksimalkan. Karena itu, kami sudah menyusun sederet rencana ketika dana tersebut dicairkan,” urai Rusdi.

Di antaranya, membuka peluang untuk pengurus cabor mengontrak pelatih asing atau cabor menggelar pemusatan latihan di luar negeri. “Tetapi itu untuk para cabor andalan yang menyumbang emas untuk Kaltim.”

“Kami juga akan membedakan pemberian dana penunjang prestasi para peraih medali emas, perak, dan perunggu. Itu sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang sudah memperjuangkan bisa meraih medali emas. Harapannya itu bisa jadi atensi semua pihak,” pungkas Rusdi. (ndy2/k16)

 

Editor : izak-Indra Zakaria