Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Yunani vs Belanda, Andalkan Keajaiban Athena

izak-Indra Zakaria • Senin, 16 Oktober 2023 - 17:16 WIB
Vilgil Van Dijk harus menang atas Yunani
Vilgil Van Dijk harus menang atas Yunani

Sebagai pemuncak klasemen, Prancis tak lagi terkejar. Situasi itu membuat kini hanya tersisa satu tiket yang diperebutkan di Grup B Kualifikasi Euro 2024.

 

DUA kandidat kuat yang bisa mencuri posisi runner-up tersebut adalah Yunani dan Belanda. Kini Yunani berada di peringkat kedua dengan torehan 12 poin. Sementara Belanda membuntuti di bawahnya dengan torehan 9 poin.

Misi Yunani comeback ke Euro sejak terakhir kali keikutsertaannya pada 2012, takkan berjalan mudah. Meski berhasil mencatatkan sederet hasil positif sejak matchday pertama (4 kemenangan, 2 kekalahan), tim berjuluk Galanolefki tersebut harus terlebih dulu mengatasi sederet aral yang menanti di depan.

Terdekat, mereka akan menjamu Belanda di Agia Sophia, Athena. Pada leg pertama, Yunani sudah merasakan pahitnya kekalahan dari Der Oranje dengan skor 0-3. Belum lagi pada matchday pemungkas, yakni pada 22 November nanti, mereka harus mengatasi perlawanan sang pemuncak klasemen, Prancis.

Kini, mereka hanya bisa mengandalkan kekuatan Athens, kota di mana mereka bermarkas. Sebab, dalam catatan, mereka selalu berhasil menghindari kekalahan ketika bermain di kandang. Dari 18 laga kandangnya, Yunani baru sekali mengalami kekalahan, yakni atas Spanyol pada 2021. Mereka kalah dengan skor tipis 0-1.

“Para pemain memahami tugasnya untuk merebut tiket lolos ke Euro. Mereka harus satu langkah di depan,” jelas pelatih Yunani Gustavo Poyet. Karena itu, menurutnya laga kontra Belanda akan menjadi sangat krusial. “Akan menjadi pertandingan yang sangat, sangat penting. Kami harus melakukan banyak hal dengan baik pada Senin (Selasa dini hari Wita) untuk bisa lolos,” tegas pria asal Uruguay tersebut.

Sementara itu, Belanda datang dengan sederet kabar kurang menguntungkan. Beberapa pemain pilarnya cedera dan terjegal problem kebugaran. Itu terlihat ketika mereka takluk 1-2 dari Prancis pada matchday ketujuh, Sabtu (14/10) lalu. Seperti striker Wout Weghorst mengalami masalah yang tidak dijelaskan dan harus digantikan oleh Donyell Malen pada menit ke-38.

”Kami ingin pulang,” ucap Van Dijk, kapten sekaligus bek Belanda, dengan nada mengejutkan awak media di hadapannya saat sesi konferensi pers seperti dikutip Voetbalnieuws. ”Tenang. Kami ingin pulang, bukan dipulangkan. Tentu saja setelah menjalani malam yang hebat (menang) di Athena,” sambung pemain yang juga menjabat kapten di Liverpool FC (LFC) tersebut.

Optimisme Van Dijk dipertegas tacticus Ronald Koeman. Berkaca dari kekalahan 1-2 melawan Prancis, Koeman sepertinya tidak mau mengacak lagi formasi andalannya, skema tiga bek. Saat melawan Les Bleus, julukan Prancis, Koeman memainkan 4-2-3-1. Pendekatan yang membuat Belanda langsung ditekan Prancis sepanjang 45 menit pertama. Oranje baru bangkit dan bermain lepas di akhir babak kedua. ”Kami masih ada. Kami belum habis. Kemenangan (atas Yunani) akan mendekatkan kami lagi dengan Euro 2024,” tutur Koeman kepada NOS.

Agia Sophia bukan satu-satunya handicap Belanda. Kokohnya lini belakang Yunani yang diracik Gustavo Poyet bisa memberi frustrasi Van Dijk dkk. Apalagi, ada bek kiri Kostas Tsimikas yang menjadi rekan Van Dijk di LFC sehingga mengetahui kelemahan kapten Oranje tersebut. (ren/c9/dns/jpg/ndy2)

Editor : izak-Indra Zakaria