Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jangan Meremehkan Thailand, Tim Thomas-Uber Punya Kans Lolos

Indra Zakaria • Selasa, 30 April 2024 - 17:35 WIB

 

Straight Game: Jonatan Christie menyudahi perlawanan tunggal Inggris, Nadeem Dalvi 21-16, 21-12.
Straight Game: Jonatan Christie menyudahi perlawanan tunggal Inggris, Nadeem Dalvi 21-16, 21-12.
 

CHENGDU – Satu kemenangan lagi yang dibutuhkan tim Thomas dan Uber untuk bisa mengunci tiket lolos fase grup. Tim Thomas bakal menghadapi Thailand di laga kedua grup C. Adapun tim Uber ditantang Uganda di grup C yang berlangsung di Hi Tech Zone Sports Centre Gymnasium, Minggu (28/4).

Ini bukan kali pertama bagi Indonesia melawan Negeri Gajah Putih. Terakhir, kedua tim bertemu di fase grup Piala Thomas edisi Bangkok 2022. Kala itu Indonesia sukses meraih kemenangan dengan skor 4-1.

Kunlavut Vitidsarn sebagai tunggal pertama Thailand bakal kembali menjadi ancaman utama tim Indonesia. Di partai perdana saat Thailand takluk 1-4 oleh India, Kunlavut menjadi satu-satunya yang menyumbangkan poin setelah menaklukkan Prannoy HS (22-20, 21-14).

Selain itu, saat timnya takluk 1-4 di edisi 2022, Kunlavut yang berhasil mencuri poin setelah mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting (21-12, 15-21, 21-9). Kedua pemain diprediksi kembali beradu sebagai tunggal putra pertama bagi tim.

Manajer sekaligus Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Ricky Soebagdja menyatakan, menghadapi Thailand tak akan mudah bagi tim. Pihaknya tidak mau meremehkan lawan yang saat ini diperkuat tim muda. ”Tentu kekuatan mereka tidak boleh dianggap enteng. Jadi, kami harus benar-benar berhitung dari segala sisi dalam hal penentuan susunan pemain,” ujarnya kemarin.

Ricky menuturkan sudah melihat kekuatan Thailand. Menurut dia, kendati kalah 1-4 oleh India, Thailand tetap memberikan perlawanan sengit. ”Ini benar-benar harus diwaspadai,” bebernya.

Mengacu pada pertandingan pertama, Ricky menyebutkan bahwa ada beberapa evaluasi yang dilakukan. Salah satunya penampilan Bagas Maulana/M Shohibul Fikri yang kehilangan satu game saat menang 2-1 atas Callum Hemming/Ethan Van Leeuwen (16-21, 21-14, 21-13).

Karena itu, pelatih ganda putra, Aryono Miranat juga meminta pemainnya waspada. Meski Thailand tidak menurunkan kekuatan terbaik di ganda. Supak Jomkoh/Kittinupong Kedren tidak menjadi bagian tim. “Tapi tetap memiliki potensi mengejutkan,” sambung Aryono.

Ya, Aryono sudah melihat gaya main lawan. Bola-bola no lob dan permainan depan dua pasangan Thailand patut diwaspadai. ”Buktinya kemarin pasangan India dipaksa bermain tiga game oleh ganda pertamanya ini,” ucapnya.

Ganda pertama yang dimaksud adalah Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul yang secara permainan bisa mengimbangi duo India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (19-21, 21-19, 12-21).

Fajar Alfian/Rian Ardianto pernah menghadapi Peeratchai/Pakkapon di Asian Games 2022. Saat itu FajRi menang 2-0 (21-15, 21-15). ”Begitu pula dengan ganda keduanya yang punya permainan rapat. Jadi kami harus fokus, tidak boleh anggap enteng,” ucapnya.

Ricky menuturkan, pihaknya belum tahu pasti apakah akan menurunkan skuad yang sama atau ada perubahan. Di skuad putra, ada Chico Aura Dwi Wardoyo yang belum bermain di tunggal putra dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di ganda putra.  Peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 itu melanjutkan, tim Uber di atas kertas jauh lebih unggul dari Uganda. ”Tidak boleh meremehkan karena di lapangan apa pun bisa terjadi. Untuk susunan tim, bisa saja yang belum bermain akan dimainkan,” kata Ricky.(raf/c19/bas/jpg/er/k16)

Editor : Indra Zakaria