Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tambahan Lima Emas, Panahan Kembali Berjaya, Layar Raih Juara Umum

Redaksi Sapos • Selasa, 17 September 2024 - 22:12 WIB
PECAH TELUR. Panahan Kaltim berhasil mengembalikan emas PON yang absen di dua event sebelumnya.
PECAH TELUR. Panahan Kaltim berhasil mengembalikan emas PON yang absen di dua event sebelumnya.

 

Kontingen Kaltim berhasil menambah kepingan emas di klasemen sementara. Senin (16/9), atlet angkat berat putri Kaltim Widari menjadi lifter terkuat di kelas 47 kg putri. Pada angkatan terakhir, Widari sukses mencatatkan angka 180 kg dengan total 505 kg.

Sementara sukacita menghampiri skuad panahan Kaltim, Sabtu (14/9). Untuk pertama kali sejak dua edisi PON terakhir, Panahan Kaltim kembali bisa menghasilkan emas di ajang akbar olahraga empat tahunan itu.  

Suasana tegang cukup terasa, saat Rohani Sephia yang tampil di nomor compound perorangan putri saling mengadu akurasi dengan lawannya asal Jawa Tengah. Kejar mengejar angka terus terjadi, hingga akhirnya, Sephia berhasil menutup aduan dengan keunggulan 137-135.

"Senang banget. Akhirnya setelah dua event PON absen, ini jadi emas pertama lagi," ucap Sephia. Diakui Phia - sapaan akrab Rohani Sephia - , persaingan di final kali ini cukup berat. Menghadapi lawan yang saat kualifikasi memiliki peringkat lebih baik, pemanah 24 tahun itu juga harus mampu menaklukan angin yang berembus cukup kencang di venue yang berada di kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh itu.

"Anginnya itu tantangan banget, beruntungnya pas saya main tadi, kondisinya masih bisa terkendali," kata Phia mengungkap kesulitannya. Kondisi angin diakui pelatih panahan Kaltim Harmaji memang menjadi tantangan semia atlet yang bertanding.

Apalagi, timnya belum pernah melatih adaptasi angin selama menjalani TC. Hal yang menurutnya menjadi salah satu faktor kegagalan timnya meraih perunggu di nomor perorangan dan beregu recurve putra.

"Pada laga final compound putri memang lumayan berat. Selain angin, skornya juga kejar-kejaran," ucap Harmaji yang mengaku sangat tegang menyaksikan jalannya pertandingan.

Senin (16/9) kemarin, panahan kembali mendulang emas keduanya. Lagi-lagi Rohani Sephia bersama rekan-rekannya, Adzra Athirah dan Latifah QR di compound beregu putri berhasil mendapatkan hasil maksimal. Tentu capaian ini sudah melampaui target 1 emas dan 1 perak yang diusung panahan Kaltim di PON tahun ini.

Mengalahkan Jateng kembali di kategori beregu ini disebut Harmaji sebagai prestasi tersendiri. Pasalnya, saat kualifikasi, Jateng selalu berada di atas Kaltim. Kemenangan sebelumnya di nomor perorangan juga menjadi motivasi bagi Kaltim untuk bisa kembali memberikan penampilan terbaik.

Panahan masih menyisakan nomor standar bow, dan akan menurunkan empat atletnya. Harmaji berharap koleksi medali timnya masih bisa bertambah. Dari layar, dua emas diraih oleh Dia Tri Utami dan Nugie Triwira di nomor International 470, Sarmila dan Cintia Laura di nomor International 420. Tambahan dua emas itu membuat layar Kaltim meraih gelar juara umum dengan raihan tiga emas, empat perak dan lima perunggu. Manajer layar Kaltim Hj Ida Nursanti mengatakan, dirinya bersyukur atas apa yang diraih oleh atletnya. Dia tak menampik, secara perhitungan medali emas prestasi layar menurun dari PON sebelumnya di Papua.

Namun apapun itu, Ida bersyukur Kaltim masih bisa menjadi juara umum dengan banyaknya ujian yang dihadapi di Aceh. “Alhamdulillah kita masih tetap juara umum. Dengan banyak drama yang terjadi selama pertandingan, kita masih jadi yang terbaik,” ungkap Ida.

Sementara itu, lifter angkat berat Kaltim, Widari kembali mempersembahkan emas dari nomor 47 kg putri. Dari tiga angkatan, squad, benchpress dan deadlift, Widari mengumpulkan total angkatan 505,5 kg.

"Alhamdulillah, target kami sudah terpenuhi. Tapi, kami akan tetap fight di kelas berikutnya," cetus pelatih angkat berat Muhammad Susanto. (rz/upi/nha)

 

 
 
Editor : Indra Zakaria
#panahan