Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

GAK TANGGUNG JAWAB..! Pria Ini Kabur Usai Tularkan HIV AIDS ke Istri dan Anaknya

Wawan-Wawan Lastiawan • Kamis, 21 Maret 2019 - 02:30 WIB
Photo
Photo

BALIKPAPAN - Kisah pilu ini ada di Balikpapan. Seorang ibu rumah tangga, sebut saja Bunda (23), ingin melepaskan anaknya yang masih berusia 6 bulan kepada orang lain. 

Alasannya, karena Bunda dan anaknya, sebut saja Bintang, sebagai ODHA (orang dengan HIV AIDS). Hal ini diketahui ketika Bunda hendak menitipkan Bintang ke Yayasan Rumah Aman Joyoboyo di Jalan RE Martadinata, Balikpapan Tengah, belum lama ini.

Kepada pihak Yayasan Rumah Aman Joyoboyo, Bunda becerita, ia melahirkan Bintang sekitar September 2018 lalu. Saat itu tak ada yang janggal dari anak keduanya itu. Bintang terlahir normal.

Namun, seiring berjalannya waktu, tubuh Bintang pelan-pelan berubah. Hari ke hari, berat badan bayi laki-laki itu pelan-pelan menurun. Puncaknya ketika Bintang berusia 2 bulan. Tubuhnya mengecil. Bunda lantas membawa si bungsu itu ke rumah sakit.

Hal tak pernah terbayang dalam hidup Bunda pun terjadi di rumah sakit. Oleh dokter, ia dan Bintang diketahui sebagai ODHA (orang dengan HIV AIDS). Jadilah Bunda dan Bintang sebagai ODHA. 

Diduga, sakit ini datang dari suami Bunda bernama Usman. Pasalnya, anak pertamanya dipastikan tidak mengidap HIV/AIDS. "Karena anak pertamanya itu hasil hubungan ibunya (Bunda) dengan suami pertamanya," kata Ketua Yayasan Rumah Aman Joyoboyo, Maulana Sugeng Harianto kepada awak media, Rabu (20/3) siang.

Sejak vonis dari rumah sakit itu dikabarkan, membuat Bunda stres hebat. Bahkan rumah tangganya hancur. Suaminya minggat entah kemana. Diduga, Usman kabur karena mengetahui Bunda dan Bintang sebagai ODHA (orang dengan HIV AIDS).

"Iya, tolong dibantu juga itu carikan suaminya (Usman). Karena diduga yang membawa penyakit ini dari suaminya itu. Bahaya nanti kalau dia sampai berhubungan (intim) dengan orang lain, bisa ada korban lagi," geram Maulana.

Ditinggal pergi oleh suaminya membuat kekalutan dipikiran Bunda semakin menjadi-jadi. Ia pun berniat menitipkan Bintang kepada orang lain untuk diadopsi. 

"Ya, bilang ibunya itu dia sudah stres betul, enggak sanggup lagi ngurus anaknya, karena dia sendiri juga kena penyakit ini," jelas Ketua Yayasan.

Ditambahkannya, Yayasan Rumah Aman Joyoboyo juga termasuk rencana Bunda menitipkan Bintang. Namun hal tersebut belum dapat terwujudkan. "Di sini belum bisa menerima anak ODHA. Karena untuk merawat anak seperti itu harus ada penanganan khusus," sambungnya.

Namun begitu, Yayasan Rumah Aman Joyoboyo tak lepas tangan. Dengan dasar kemanusian, kata Maulana, pihaknya turut serta mencari benang merah atas permasalahan ini. 

Pihaknya telah melaporkan kasus ini kepada Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan. Berharap Dinsos bisa mencarikan solusi permasalahan Bunda. Namun, lagi-lagi, solusi belum juga ada titik terang. Sebab di Balikpapan belum ada tempat penampungan bagi orang-orang ODHA (orang dengan HIV AIDS).

"Jadi, kabarnya, saat ini Dinas Sosial lagi berkoordinasi dengan pihak pemerintah provinsi. Siapa tahu di sana juga bisa carikan solusi," tandasnya. 

Prokal.co (media online Kaltim Post Grup) telah mencoba menghubungi Bunda untuk meminta konfirmasinya terkait kasus ini. Namun telepon via aplikasi WhatsApp media ini belum dijawab. Sedangkan pesan yang dikirimkan melalui aplikasi serupa juga belum ada balasan hingga berita ini diterbitkan.

Sementara itu, dikonfirmasi penitipan bayi ini, Bunda mengaku sempat berniat menitipkan anaknya ke orang lain. Namun hal tersebut tak pernah benar-benar terjadi. Dia mengurungkan niatnya itu.

"Maaf sebelumnya. Niat saya adopsikan anak tidak jadi. Karena saya tidak tega dan saya mencoba untuk berjuang sendiri ngurus anak saya," kata Bunda saat dihubungi media ini.

Namun Bunda enggan membicarakan sola pelarian suaminya itu. "Maaf, saya tidak bisa menceritakannya," sebutnya.(sur/pro/one)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan