Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ketinggian Air di Waduk Manggar dan Bendungan Teritip Terus Berkurang, Masyarakat Balikpapan Diminta Bijak Gunakan Air

izak-Indra Zakaria • Senin, 2 Oktober 2023 - 20:29 WIB
Ketinggian muka air di Bendungan Teritip terus menurun semenjak musim kemarau melanda Balikpapan. Jika tak ada hujan, Bendungan Teritip hanya mampu bertahan hingga akhir Oktober.  (Foto : Erik Alfian/Prokal.co)
Ketinggian muka air di Bendungan Teritip terus menurun semenjak musim kemarau melanda Balikpapan. Jika tak ada hujan, Bendungan Teritip hanya mampu bertahan hingga akhir Oktober. (Foto : Erik Alfian/Prokal.co)

BALIKPAPAN-Masyarakat di Balikpapan diminta lebih bijak menggunakan air. Pasalnya, ketinggian air di Waduk Manggar dan Bendungan Teritip, dua sumber air baku masyarakat Balikpapan, terus berkurang.

Kepala UPB Wilayah I Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Fathurrahman menjelaskan muka air di kedua sumber air utama Balikpapan itu terus menurun antara 1-2 cm setiap hari karena tak turun hujan.

Saat ini, kata dia, elevasi Waduk Manggar berada di level 8,23 meter. Padahal pada kondisi normal elevasi waduk yang mampu menampung 15 juta kubik air ini berada di level 10,30 meter.

Sedangkan untuk Bendungan Teritip, elevasinya kini berada pada 19,75 meter dari elevasi normal 21,50 meter.

“Jika tanpa hujan dan inflow, Waduk Manggar hanya akan bertahan hingga November. Sementara Bendungan Teritip kami prediksi hanya mampu bertahan sampai akhir bulan ini,” terang Fathur.

Menyikapi kondisi ini, BWS Kalimantan IV terus berkoordinasi dengan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) untuk menurunkan kapasitas pompa di kedua waduk dan bendungan tersebut.

Sebab, jika terus melakukan pengambilan air dengan kapasitas normal, air di kedua waduk dan bendungan tersebut dipastikan bakal semakin cepat habis.

Fathur juga sudah membahas kemungkinan penggiliran layanan dari PDAM (PTMB) agar air tak cepat habis.

Direktur Operasional PTMB Anang Fadliansyah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi level air waduk yang terus menurun.

Anang menyebutkan, pihaknya berkoordinasi dan menyesuaikan dengan rekomendasi dari BWS IV. Misal untuk Bendungan Teritip terjadi pengurangan produksi air.

“Tadinya kami ambil 200 liter per detik. Sekarang hanya 150 liter per detik,” ucapnya.

Hal ini merupakan langkah penyesuaian dari kondisi waduk. Dia berharap, hujan bisa turun dalam waktu dekat.


“Kami akan mengatur sambil menunggu hujan agar menambah usia air waduk,” sebutnya. Apabila hujan tak kunjung ada, antisipasinya dilakukan skema pergiliran distribusi.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menuturkan, hasil kajian BWS Kalimantan IV dan berkoordinasi dengan PTMB terdapat penurunan debit air.

Dia berharap masyarakat menggunakan air semaksimal mungkin dan seperlunya saja. “Hasil BWS tadi informasinya level air kita bertahan dan jika digunakan maksimal hanya bertahan 3 minggu saja atau sampai 24 Oktober kalau tidak ada hujan,” bebernya. (hul)

Editor : izak-Indra Zakaria