Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jelang Iduladha, Sudah Ada 1.694 Sapi dan 725 Kambing Tersebar di Kabupaten Berau, Masih Bertambah

Redaksi • Kamis, 5 Juni 2025 - 18:16 WIB
PANTAU: Wakil Bupati Berau Gamalis saat meninjau kesiapan RPH dan peternakan dalam menyiapkan hewan kurban jelang Iduladha.
PANTAU: Wakil Bupati Berau Gamalis saat meninjau kesiapan RPH dan peternakan dalam menyiapkan hewan kurban jelang Iduladha.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Menjelang Iduladha 1446 Hijriah, Wakil Bupati Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Gamalis, memantau kesiapan rumah potong hewan (RPH) di Kecamatan Gunung Tabur, serta peternakan hewan kurban di sekitar kawasan Taman Makam Pahlawan, Rabu (4/6/2025).

Peninjauan ini untuk memastikan kondisi hewan kurban yang akan dipotong berada dalam keadaan sehat dan layak konsumsi.
 
Baca Juga: Tenang, Stok Pangan Stabil Jelang Iduladha, Disketapang PPU Ingatkan Masyarakat Tak Panik

Gamalis mengungkapkan, distribusi hewan kurban ke Kabupaten Berau tidak berasal langsung dari daerah asal peternakan, tetapi melalui skema transit dari provinsi terlebih dahulu. 
 
Setelah masuk Kaltim, hewan-hewan tersebut dikirim ke Kutai Timur (Kutim), baru kemudian ke Berau. 
 
Pola distribusi ini merupakan bagian dari langkah preventif guna mencegah penyebaran penyakit hewan antarwilayah.

“Berau ini tidak menerima hewan langsung dari daerah asal. Mereka harus disuplai dulu ke Kaltim, lalu masuk ke Kutim, baru kemudian ke sini," terangnya.

"Ini salah satu cara agar ada kontrol terhadap kesehatan hewan dan mencegah penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK),” jelasnya.
 
Baca Juga: Kabupaten Paser Kebagian Sapi Jenis Simental dari Presiden Prabowo, Segini Beratnya

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, per tanggal 4 Juni 2025, terdapat 1.694 ekor sapi dan 725 ekor kambing yang telah tersebar di seluruh kecamatan di Berau. 
 
Menurut Gamalis, kondisi hewan kurban yang ada saat ini dalam kondisi baik, dan terus diawasi oleh tim DTPHP.

Selain itu, RPH Gunung Tabur disebut telah siap melayani penyembelihan hewan kurban. 
 
Saat ini terdapat 15 ekor sapi yang telah masuk ke fasilitas publik tersebut, dan diperkirakan akan terus bertambah menjelang Iduladha.

Terlebih, penyembelihan di RPH kini ditangani oleh petugas yang telah mendapat pelatihan dari juru sembelih halal (juleha), sehingga aspek syariat dan kebersihan tetap terjaga. 
 
Pun juleha yang ada telah mendapatkan pelatihan untuk memastikan penyembelihan dilakukan sesuai kaidah.
 
Baca Juga: Hijaukan Bumi, BRI Libatkan Anak Muda Lestarikan Alam Lewat Program Grow & Green

“Insyaallah akan terus berkembang. Biasanya, semakin dekat Iduladha, semakin banyak juga hewan yang masuk,” sebutnya.

Namun, ia juga menyoroti kebergantungan Berau terhadap pasokan hewan dari luar daerah. 
 
Menurutnya, untuk memenuhi permintaan kurban, terutama di momen keagamaan seperti ini, Berau masih belum mandiri secara produksi. 
 
Padahal, menurutnya, kurban bukan sekadar konsumsi, tetapi juga ibadah, sehingga kualitas dan kelayakan hewan menjadi prioritas.

“Untuk itu, kami akan mendorong koordinasi dengan provinsi maupun pusat, agar tahun-tahun mendatang ada suplai bibit sapi yang berkualitas sebagai dasar pengembangan ternak lokal. Harapannya, sapi-sapi kurban lokal bisa bersaing dalam jumlah, ukuran, hingga harga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DTPHP Berau, Junaidi, menambahkan mayoritas sapi dan kambing yang masuk Berau berasal dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. 

Baca Juga: Polisi dan Tim Labfor Dalami Penyebab Kebakaran, BIGMall Masih Tertutup
 
Jumlahnya diperkirakan akan bertambah mendekati hari H.
 
Ia berharap, seluruh hewan kurban yang masuk dapat habis terjual, sehingga pelaku usaha pun mendapatkan keuntungan maksimal.

“Hari ini (Rabu, 4 Juni 2025) kami catat ada 1.695 ekor sapi dan 725 ekor kambing. Kami harapkan semua bisa terserap pasar. Nanti setelah hari H, baru kita pantau realisasi penjualannya. Untuk pengawasan, tim kami akan turun ke semua kecamatan Jumat nanti,” jelasnya.

Terkait isu adanya hewan kurban dari luar daerah yang masuk tanpa dokumen resmi, Junaidi menegaskan masyarakat diminta segera melapor ke aparat penegak hukum jika memang melihat.
 
 Pihaknya selaku dinas hanya bertugas membina dan membantu proses administrasi lalu lintas ternak.

“Kalau ada yang lihat penyimpangan, langsung lapor ke aparat. Kami hanya membina dan mendata. Setahu kami, semua hewan yang masuk Berau sudah melalui proses resmi dan dokumennya lengkap,” tegasnya.
 
Baca Juga: Kota Sampit Mau Ditata Biar Lebih Cantik, Aktivitas Pelabuhan Barang Mau Dipindah, Target 2027 Sudah Jalan

Sementara itu, salah satu pengusaha hewan kurban, Zaenal Abidin, membantah isu beredarnya foto sapi ilegal yang disebut tahun ini.
 
 Menurutnya, gambar tersebut diambil tahun lalu, dan kapal pengangkutnya sudah tidak lagi beroperasi.

“Foto itu tahun lalu. Sekarang kapal itu sudah tidak aktif. Kalau pun ada, kami pastikan semua dalam pengawasan," katanya.

"Alhamdulillah penjualan tahun ini juga lancar. Kalau soal harga, kenaikan tidak terlalu jauh, tapi antusias masyarakat memang tinggi,” ujarnya.
 
Baca Juga: Negara Rugi Miliaran Akibat Tak Setor Pajak, Dua Bos Perusahaan Minyak Sawit di Kalteng Dipenjara

Zaenal juga mengakui, adanya kendala administratif, karena hewan dari luar daerah harus melalui sistem distribusi terpusat, sehingga harus masuk dulu ke provinsi sebelum dibagi ke kabupaten/kota.

“Karena itu sudah sistem nasional, kita harus mengikuti. Dan semua juga sudah tersistem secara online,” jelasnya. (aja/far)
Editor : Faroq Zamzami
#gamalis #kurban #berau #iduladha