PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Menjelang Iduladha 1446 Hijriah, Wakil Bupati Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Gamalis, memantau kesiapan rumah potong hewan (RPH) di Kecamatan Gunung Tabur, serta peternakan hewan kurban di sekitar kawasan Taman Makam Pahlawan, Rabu (4/6/2025).
Gamalis mengungkapkan, distribusi hewan kurban ke Kabupaten Berau tidak berasal langsung dari daerah asal peternakan, tetapi melalui skema transit dari provinsi terlebih dahulu.
“Berau ini tidak menerima hewan langsung dari daerah asal. Mereka harus disuplai dulu ke Kaltim, lalu masuk ke Kutim, baru kemudian ke sini," terangnya.
"Ini salah satu cara agar ada kontrol terhadap kesehatan hewan dan mencegah penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK),” jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, per tanggal 4 Juni 2025, terdapat 1.694 ekor sapi dan 725 ekor kambing yang telah tersebar di seluruh kecamatan di Berau.
Selain itu, RPH Gunung Tabur disebut telah siap melayani penyembelihan hewan kurban.
Terlebih, penyembelihan di RPH kini ditangani oleh petugas yang telah mendapat pelatihan dari juru sembelih halal (juleha), sehingga aspek syariat dan kebersihan tetap terjaga.
“Insyaallah akan terus berkembang. Biasanya, semakin dekat Iduladha, semakin banyak juga hewan yang masuk,” sebutnya.
Namun, ia juga menyoroti kebergantungan Berau terhadap pasokan hewan dari luar daerah.
“Untuk itu, kami akan mendorong koordinasi dengan provinsi maupun pusat, agar tahun-tahun mendatang ada suplai bibit sapi yang berkualitas sebagai dasar pengembangan ternak lokal. Harapannya, sapi-sapi kurban lokal bisa bersaing dalam jumlah, ukuran, hingga harga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DTPHP Berau, Junaidi, menambahkan mayoritas sapi dan kambing yang masuk Berau berasal dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
“Hari ini (Rabu, 4 Juni 2025) kami catat ada 1.695 ekor sapi dan 725 ekor kambing. Kami harapkan semua bisa terserap pasar. Nanti setelah hari H, baru kita pantau realisasi penjualannya. Untuk pengawasan, tim kami akan turun ke semua kecamatan Jumat nanti,” jelasnya.
Terkait isu adanya hewan kurban dari luar daerah yang masuk tanpa dokumen resmi, Junaidi menegaskan masyarakat diminta segera melapor ke aparat penegak hukum jika memang melihat.
“Kalau ada yang lihat penyimpangan, langsung lapor ke aparat. Kami hanya membina dan mendata. Setahu kami, semua hewan yang masuk Berau sudah melalui proses resmi dan dokumennya lengkap,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu pengusaha hewan kurban, Zaenal Abidin, membantah isu beredarnya foto sapi ilegal yang disebut tahun ini.
“Foto itu tahun lalu. Sekarang kapal itu sudah tidak aktif. Kalau pun ada, kami pastikan semua dalam pengawasan," katanya.
"Alhamdulillah penjualan tahun ini juga lancar. Kalau soal harga, kenaikan tidak terlalu jauh, tapi antusias masyarakat memang tinggi,” ujarnya.
Zaenal juga mengakui, adanya kendala administratif, karena hewan dari luar daerah harus melalui sistem distribusi terpusat, sehingga harus masuk dulu ke provinsi sebelum dibagi ke kabupaten/kota.
“Karena itu sudah sistem nasional, kita harus mengikuti. Dan semua juga sudah tersistem secara online,” jelasnya. (aja/far)