Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ini Dia Tiga Komoditas Perkebunan yang Dapat Rekomendasi BPK untuk Dikembangkan di Berau, Disbun Lagi Susun Peta Jalannya

Faroq Zamzami • Kamis, 21 Agustus 2025 - 16:49 WIB
Photo
Photo
UNGGULAN: Disbun Berau terus berupaya meningkatkan potensi komoditi unggulan di Berau. Di antaranya, kelapa dan kakao.
UNGGULAN: Disbun Berau terus berupaya meningkatkan potensi komoditi unggulan di Berau. Di antaranya, kelapa dan kakao.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB –Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tengah menyusun roadmap (peta jalan) pengembangan perkebunan untuk komoditas kelapa dan kakao.

Penyusunan ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penetapan komoditas unggulan daerah.

Kepala Disbun Berau, Lita Handini, mengatakan dari hasil audit BPK, ada tiga komoditas unggulan yang ditetapkan. Yaitu, kelapa, kakao, dan jagung.

Dari ketiganya, penyusunan roadmap untuk kelapa dan kakao menjadi kewenangan Disbun. Lita menegaskan, penyusunan roadmap ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut hasil audit BPK atas produk unggulan daerah.

“Rekomendasi BPK itu salah satu rencana aksinya adalah penyusunan roadmap. Jadi kelapa dan kakao menjadi tanggung jawab kami, sementara OPD (organisasi perangkat daerah) lain wajib juga menyusun roadmap sesuai bidangnya,” jelasnya.

Lita mencontohkan, jika Disbun fokus pada pengembangan budidaya dan peningkatan produksi, maka Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) mengatur roadmap industri hilir. Sementara bidang perizinan diarahkan untuk roadmap investasi.

“Ini kerja lintas OPD, jadi saling sinergi agar arah pengembangan komoditas lebih terarah,” tegasnya.

Dalam penyusunan roadmap tersebut, Pemkab Berau bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda. Dokumen ini nantinya menjadi acuan pengembangan kelapa dan kakao dalam lima tahun ke depan.

“Sudah ada presentasi akhir, dihadiri OPD terkait. Jadi roadmap ini benar-benar diproyeksikan untuk lima tahun ke depan,” kata Lita.

Roadmap ini juga mengakomodasi potensi kelapa dalam dan kelapa genjah. Menurut Lita, pengembangan kelapa genjah penting karena memiliki masa panen yang lebih cepat.

“Kelapa dalam tetap dibudidayakan, tapi kelapa genjah juga kami dorong karena bisa panen lebih singkat,” ujarnya.

Selain kelapa, kakao juga menjadi fokus pengembangan. Setiap tahun, Disbun melakukan upaya peningkatan produksi melalui program perluasan lahan dan pemberian bantuan stimulan.

“Kakao itu kita kembangkan terus, baik dengan menambah luas lahan maupun peningkatan produktivitas. Bantuan bibit, pupuk, pelatihan, sampai alat pengolahan, semuanya masuk dalam program,” jelasnya.

Dengan adanya roadmap, diharapkan pengembangan kedua komoditas ini tidak hanya berhenti di hulu, tetapi juga terintegrasi hingga hilir. Artinya, dari produksi hingga industri pengolahan dan pemasaran, semua bisa diarahkan secara lebih sistematis.

Melalui dokumen tersebut, Pemkab Berau berharap kelapa dan kakao bisa menjadi komoditas strategis yang menopang perekonomian daerah.

Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dalam menciptakan nilai tambah melalui pengolahan dan membuka peluang investasi baru di sektor perkebunan.

Sebelumnya, Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pihaknya juga fokus pada sektor hilir dari komoditas unggulan, satu di antaranya adalah olahan kelapa dalam.

Rumah produksi sabun disebutnya saat ini masih menunggu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Izin ini menjadi tahapan penting, sebelum produk bisa dipasarkan secara lebih luas.

“Kalau sudah ada izin BPOM, kami ingin produk ini bisa langsung menyasar sektor pariwisata. Kebutuhan sabun di resor dan penginapan cukup besar, ini peluang yang bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Pihaknya sendiri sempat meninjau rumah produksi sabun yang berbahan dasar dari kelapa dalam di Kampung Giring-Giring beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat secara langsung proses produksi yang dilakukan.

Menurutnya, produk yang dihasilkan sudah cukup berkualitas, sehingga berpeluang besar bersaing di pasar.

“Produk mereka bagus dan punya potensi. Ini yang harus kita dorong, karena bisa menjadi contoh untuk pengembangan produk lokal lainnya,” katanya. (sen/far)

Editor : Faroq Zamzami
#kelapa #berau #dinas perkebunan #kakao #kaltim