Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bahaya Hoaks Medsos! Orang Tua di Berau Mulai Takut Imunisasi, Dinkes Ingatkan Risiko Fatal Penyakit Anak

Redaksi Prokal • Kamis, 26 Maret 2026 - 21:10 WIB

Ilustrasi imunisasi
Ilustrasi imunisasi

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau mengeluarkan peringatan serius terkait tren penurunan capaian imunisasi dasar pada anak. Maraknya informasi menyesatkan atau hoaks di media sosial disinyalir menjadi pemicu utama meningkatnya keraguan orang tua untuk memberikan vaksin kepada buah hati mereka. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu kembalinya wabah penyakit berbahaya yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Petugas Tim Surveilans Imunisasi Dinkes Berau, Adi Haryono, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, target imunisasi nasional sebesar 65 persen tidak berhasil ditembus oleh satu pun kabupaten/kota di Kalimantan Timur, termasuk Berau. Penolakan dari masyarakat menjadi penghambat utama, di mana banyak orang tua yang termakan isu bahwa vaksin menyebabkan kejang, autis, hingga kematian. Padahal, secara medis, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim-klaim menakutkan tersebut.

"Banyak orang tua menolak anaknya divaksin hanya karena takut demam atau efek samping ringan lainnya. Ada juga persepsi keliru bahwa anak yang tidak divaksin justru lebih sehat," ujar Adi. Ia menegaskan bahwa imunisasi dirancang spesifik untuk mencegah penyakit-penyakit mematikan tertentu seperti Tuberkulosis (BCG), Difteri, Tetanus, Batuk Rejan (DPT-Hib), Campak, Rubella (MR), hingga Polio. Tanpa perlindungan ini, anak-anak berada dalam posisi rentan terhadap serangan virus dan bakteri yang dampaknya bisa sangat fatal bagi kesehatan jangka panjang.

Menyikapi fenomena ini, Dinkes Berau terus menggencarkan promosi kesehatan dengan terjun langsung ke lapangan dan berkolaborasi lintas sektor. Pemerintah memastikan bahwa seluruh 14 jenis vaksin imunisasi dasar tersedia secara gratis di Posyandu maupun melalui program jemput bola di sekolah-sekolah. Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam menyaring informasi dari media sosial dan tidak ragu berkonsultasi dengan petugas medis resmi demi menjamin masa depan kesehatan anak-anak di Bumi Batiwakkal.(*)

Editor : Indra Zakaria