Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Berau Lebih dari Sekadar Derawan, Ada 'Harta Karun' Wisata Sejarah

Redaksi Prokal • Jumat, 27 Maret 2026 - 15:15 WIB

Banyaknya bangunan di Pulau Derawan yang berada diatas air wajib memiliki izin khusus yang pengurusannya dilakukan oleh pusat dan menyulitkan.
Banyaknya bangunan di Pulau Derawan yang berada diatas air wajib memiliki izin khusus yang pengurusannya dilakukan oleh pusat dan menyulitkan.

TANJUNG REDEB – Kekayaan pariwisata Kabupaten Berau selama ini identik dengan pesona bawah laut dan gugusan pulau eksotisnya. Namun, Anggota DPRD Kalimantan Timur, Makmur HAPK, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terlena hanya pada sektor bahari. Menurutnya, Bumi Batiwakkal menyimpan "harta karun" sejarah dan budaya yang luar biasa besar namun belum tergarap secara maksimal sebagai destinasi unggulan.

Dalam berbagai kesempatan menyerap aspirasi masyarakat, Makmur menangkap sinyal kuat bahwa warga menginginkan adanya pemerataan perhatian dalam pengembangan sektor pariwisata. Salah satu wilayah yang menjadi sorotan utama adalah Kecamatan Teluk Bayur. Kawasan ini memiliki rekam jejak peninggalan sejarah bernilai tinggi yang jika dikelola dengan serius, mampu bertransformasi menjadi pusat wisata edukasi dan budaya yang memikat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Mantan Bupati Berau dua periode ini menegaskan bahwa pengembangan wisata sejarah bukan sekadar upaya pelestarian, melainkan mesin penggerak ekonomi baru. Ragam pilihan destinasi yang lebih variatif akan membuka peluang usaha bagi pemandu wisata lokal, pelaku UMKM, hingga industri kreatif. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, Berau berpotensi menjadi daerah tujuan wisata yang lengkap, di mana keindahan alam, jejak sejarah, dan kekayaan budaya berdiri sejajar sebagai magnet bagi para pelancong.

Makmur berharap Pemerintah Kabupaten Berau melalui perangkat daerah terkait dapat menyusun strategi pembangunan pariwisata yang lebih seimbang. Tujuannya agar tidak terjadi ketimpangan antara kemasyhuran wisata bahari dengan potensi sejarah yang ada. Baginya, semakin banyak pilihan destinasi yang ditawarkan, maka posisi Berau dalam peta pariwisata nasional akan semakin kuat dan kompetitif.

Penguatan sektor sejarah ini diyakini akan memperpanjang durasi kunjungan wisatawan di Berau. Jika selama ini wisatawan hanya berfokus pada aktivitas menyelam atau snorkeling, keberadaan situs sejarah yang tertata rapi akan memberikan pengalaman baru yang lebih mendalam. Optimalisasi potensi ini menjadi kunci penting dalam memaksimalkan kekuatan pariwisata Berau secara menyeluruh dan berkelanjutan.(*)

Editor : Indra Zakaria