Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jangan Sampai Turis Kapok: DPRD Berau Desak Pembenahan Fasilitas di Tengah Lonjakan Wisatawan

Redaksi Prokal • Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:50 WIB

PANTAU: Tim gabungan saat melakukan pengawasan beberapa waktu lalu akubat tingginya kunjungan wisatawan. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
PANTAU: Tim gabungan saat melakukan pengawasan beberapa waktu lalu akubat tingginya kunjungan wisatawan. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

 

TANJUNG REDEB – Pesona Bumi Batiwakkal sebagai magnet bagi pelancong dunia kini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Di tengah derasnya arus kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik, infrastruktur di destinasi unggulan Berau dinilai masih tertinggal. Peringatan keras pun datang dari legislatif agar citra pariwisata daerah tidak hancur hanya karena fasilitas yang minim.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, menekankan bahwa peningkatan pengawasan dan penguatan infrastruktur adalah harga mati. Menurutnya, daya tarik wisata bahari dan alam Berau yang luar biasa harus dibarengi dengan kesiapan lapangan yang mumpuni.

Fasilitas Umum Jadi Pertaruhan Citra

Saga menyoroti bahwa lonjakan kunjungan, terutama pada momen libur panjang dan hari besar keagamaan, seringkali memperlihatkan celah dalam kesiapan fasilitas penunjang. Ia mewanti-wanti agar pemerintah tidak terlena dengan tingginya angka kunjungan tanpa membenahi aksesibilitas dan kenyamanan.

“Berau ini memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Karena itu, pengawasan dan infrastruktur di kawasan wisata harus terus ditingkatkan agar pengunjung merasa aman dan nyaman,” ujar Saga, Jumat (27/3).

Ia merinci beberapa poin krusial yang perlu segera dibenahi, mulai dari perbaikan akses jalan menuju destinasi, sarana transportasi yang memadai, fasilitas umum seperti toilet dan tempat sampah, hingga sistem pengamanan yang ketat.

“Jangan sampai tingginya minat wisatawan tidak diimbangi dengan kesiapan di lapangan. Infrastruktur harus memadai, dan pengawasan juga harus maksimal,” tegasnya.

Selain soal fisik bangunan, Saga memberikan catatan khusus pada pengawasan aktivitas di destinasi berisiko tinggi, seperti kawasan laut dan pulau-pulau wisata. Baginya, kehadiran petugas dan sistem pengamanan yang baik bukan bertujuan untuk membatasi ruang gerak turis, melainkan investasi jangka panjang untuk nama baik Berau.

“Pengawasan ini bukan untuk membatasi, tetapi untuk memberikan rasa aman. Kita ingin wisatawan datang dengan nyaman dan pulang dengan pengalaman yang baik,” tambahnya lagi. DPRD Berau mendorong adanya sinergi yang lebih erat antara pemerintah daerah, pengelola wisata, dan aparat keamanan. Kolaborasi ini dianggap kunci agar sektor pariwisata bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang berkelanjutan dan mampu bersaing dengan daerah lain.

“Kalau dikelola dengan baik, sektor pariwisata ini bisa menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Tapi tentu harus didukung dengan infrastruktur dan pengawasan yang optimal,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Saga berharap pemerintah daerah lebih fokus dalam membenahi kualitas destinasi. Tujuannya jelas: agar Berau tetap menjadi pilihan utama wisatawan tanpa ada keluhan mengenai fasilitas yang terbengkalai. (*)

Editor : Indra Zakaria