Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemkab Berau Dukung Pengelolaan Sampah Terpadu demi Pariwisata Berkelanjutan

Redaksi • Kamis, 14 Mei 2026 | 11:15 WIB
PENGELOLAAN BERKELANJUTAN: Wabup Gamalis (dua kiri) menegaskan komitmen Pemkab Berau dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis terpadu, khususnya di kawasan wisata kepulauan.
PENGELOLAAN BERKELANJUTAN: Wabup Gamalis (dua kiri) menegaskan komitmen Pemkab Berau dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis terpadu, khususnya di kawasan wisata kepulauan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan sampah terpadu, khususnya di kawasan wisata kepulauan.

Hal itu jadi agenda pembahasan dalam kegiatan Pertukaran Pengetahuan dan Pembelajaran Plastic Smart Island yang diinisiasi WWF Indonesia di Pulau Derawan.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas negara untuk membahas penanganan persoalan sampah plastik di wilayah kepulauan dan kawasan wisata.

Pemkab Berau menyambut baik program tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor pariwisata daerah.

Baca Juga: Perang Melawan Perusak Lingkungan: Otorita IKN Bersihkan Tahura Bukit Soeharto dari Tambang Ilegal

Dalam sambutannya, Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, mengapresiasi dukungan WWF Indonesia dan para mitra pembangunan yang telah berkontribusi dalam pengembangan tata kelola sampah berbasis TPS 3R di Pulau Derawan.

“Kami berharap TPS 3R menjadi solusi penanggulangan sampah sekaligus meningkatkan estetika Pulau Derawan,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan sampah menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2024, timbulan sampah di Kabupaten Berau mencapai 54.568,41 ton.

Dari jumlah tersebut, sekitar 67,67 persen telah terkelola, sementara 32,33 persen lainnya masih belum tertangani.

Gamalis menilai, peningkatan volume sampah plastik menjadi perhatian utama karena berpotensi mencemari lingkungan, mulai dari tanah hingga ekosistem laut.

Baca Juga: Tiket Palsu Laga Persija Vs Persib di Samarinda Dibongkar, 4 Pelaku Ditangkap

“Fakta bahwa komposisi sampah terus meningkat patut menjadi perhatian bersama,” katanya.

Pemkab Berau pun terus mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu melalui pengembangan bank sampah dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.

Selain itu, pemerintah daerah juga menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait Gerakan Indonesia ASRI atau Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Program tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, terutama di daerah wisata.

“Daerah pariwisata seperti Berau memerlukan langkahkonkret dalam pengelolaan sampah,” tegasnya.

Ia berharap model pengelolaan sampah TPS 3R di Pulau Derawan dapat diterapkan di destinasi wisata lainnya di Berau.

Baca Juga: Said Didu Sebut Jangan Ragukan Indonesia Sudah Swasembada Pangan

Terlebih, kegiatan pembelajaran ini juga diikuti peserta dari Malaysia, Filipina, dan Thailand sebagai sarana bertukar pengalaman dan memperkuat kolaborasi penanganan sampahplastik di kawasan kepulauan. (*/adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
#gamalis #wwf #pemkab berau