Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Program Upsus Siwab Lampaui Target

izak-Indra Zakaria • 2020-01-14 16:27:58
Photo
Photo

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab) di Kaltim dianggap mampu meningkatkan jumlah kelahiran pedet, atau anak sapi. Pada 2019, program yang dicanangkan sejak 2017 itu sudah berhasil melebihi target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kaltim Dadang Sudarya mengatakan, ada tiga parameter utama yang ditargetkan pada program upsus siwab, yaitu jumlah kebuntingan, jumlah akseptor atau imseminasi buatan (IB) dan jumlah kelahiran. Akseptor IB ditargetkan mencapai 6.500 ekor pada 2019, sampai 30 Desember tahun lalu sudah mencapai 7.954 ekor. Sedangkan untuk sapi bunting di Kaltim sudah mencapai 5.875 ekor, jumlah itu juga melebihi target 4.550 ekor yang ditetapkan pada 2019. Begitu juga target kelahiran sapi di Kaltim yang mencapai 3.640 ekor, saat ini sudah mencapai 4.078 ekor.

“Program upsus siwab di Bumi Etam dilakukan untuk mempercepat swasembada pangan khususnya protein daging,” jelasnya Minggu (12/1).
Dia menjelaskan, dalam sebulan ratusan sapi berkembang. Populasi sapi di Kaltim harus terus digenjot, tentunya itu sebagai upaya mempercepat swasembada pangan khususnya protein. Dengan produksi saat ini, mereka hanya bisa memenuhi 27,3 persen kebutuhan. Sedangkan sisa kebutuhan daging didatangkan dari luar Kaltim. Pihaknya sedang mempersiapkan penambahan kebutuhan hingga 50 persen, dari jumlah kebutuhan saat ini sebagai antisipasi pemindahan ibu kota negara (IKN) baru.

Dengan memperhitungkan tambahan penduduk menjadi 5,5 juta jiwa dari saat ini, maka Kaltim harus menambah produksi menjadi 150 ribu ekor per tahun. Sehingga pihaknya terus memantau perkembangan produksi sapi. Perkembangan populasi sapi di Kaltim sudah trus membaik. Setiap daerah memperlihatkan kinerja yang baik.

“Kami optimis untuk pertumbuhan jumlah sapi menuju swasembada daging,” tuturnya. Menurutnya, hal itu tentunya harus didukung progres yang baik dari setiap daerah untuk meningkatkan swasembada daging di Kaltim. Tahun ini juga berbagai program dilakukan untuk mengembangkan populasi sapi, tidak hanya Upsus Siwab. Pada 2019 pemprov sudah mengembangkan pembangunan 1.000 mini ranch (kandang penggembalaan mini).

Program mini ranch untuk ternak sapi merupakan upaya pemeliharaan secara ekstensif bagi peternak sapi. Pengembangan ternak sapi untuk populasi terus didorong kegiatannya terutama bagi kelompok-kelompok petani ternak.
“Hal itu terus kita lakukan agar populasi sapi semakin baik, ” pungkasnya. (ctr)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim #Bisnis Kaltim