Di era new normal ini, kebutuhan koneksi internet dengan kapasitas yang memadai menjadi hal penting dalam menunjang beragam aktivitas sehari-hari. Permintaan ini coba dipenuhi oleh PT Indonesia Comnets Plus (ICON+).
ULIL MUAWANAH, Balikpapan
ICON+ dikembangkan sejak 2019, sebagai anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dengan jaringan telekomunikasi berbasis fiber optic (FO) terluas, Iconnet menjadi salah satu inovasi PLN dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat akan internet dan sebagai bentuk pengembangan bisnis guna mendukung peningkatan pendapatan perusahaan.
Berpengalaman dalam menyediakan dan mengelola ICT support, dari end-to-end bisnis ketenagalistrikan untuk 65 juta pelanggan PLN. Lalu, 99,982 persen tingkat kepastian ketersediaan layanan per tahun didukung oleh data center tier-3. Di mana tim operasional dan support Iconnet memiliki keahlian teknis yang tinggi. Sehingga, kepastian dan kelancaran konektivitas dari dan ke data center terjaga.
Membuat pelanggan seperti memiliki server sendiri yang terpartisi secara virtual, sehingga fleksibel dan private. Memberikan kebebasan pelanggan dalam menyusun sendiri komposisi infrastruktur server, dan jenis platform sistem operasi yang paling sesuai kebutuhan pelanggan.
Dalam kunjungannya ke Gedung Biru Kaltim Post, Rabu (23/2), General Manager ICON+ Kalimantan Yan Alfino menuturkan, keberadaan Iconnet guna merangkul seluruh lapisan masyarakat. Menghadirkan produk-produk sesuai kebutuhan dengan bandwidth lebih kecil agar lebih terjangkau, juga dapat digunakan terpisah dengan penggunaan televisi.
Pilihan produknya mulai 10 Mbps 20 Mbps, 30 Mbps, 50 Mbps, hingga 100 Mbps dengan harga di kisaran Rp 200 ribu per bulan. Yan menuturkan, Iconnet bertujuan menginternetkan Indonesia. Menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki koneksi internet. Layanan internet broadband Iconnet juga telah menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Ditunjang strategic business unit (SBU) yang tersebar di Kalimantan, yakni Singkawang, Pontianak, Sampit, Pangkalan Bun, Palangkaraya, Banjarmasin, Banjarbaru, Penajam, Samarinda, Bontang, dan Balikpapan. Iconnet menargetkan 2022 ini bisa mencapai 1 juta pelanggan.
“Di Kalimantan data pelanggan sudah di atas 18 ribu, tersebar di lima provinsi dan kami akan memperluas lagi, tidak hanya di kota besar namun juga pelosok maupun perbatasan demi menunjang konektivitas internet di seluruh Indonesia bisa benar-benar terwujud,” kata Yan.
Kehadiran Iconnet memberikan tambahan pilihan kepada masyarakat dalam mencari solusi terkait internet yang andal dan ekonomis. Yan menambahkan, calon pelanggan Iconnet yang ter-cover jaringan lalu berkeinginan memasang layanan ini bisa mendapatkan promo spesial tanpa harus membayar biaya instalasi. Per bulan pelanggan cukup membayar Rp 200 ribu.
“Kami juga memiliki produk di mana pengguna bisa mengakses internet dari pagi sampai pagi lagi, speed-nya tidak akan turun, dengan harga tetap flat,” ungkapnya.
Menunjang dunia pendidikan dan perkantoran, Iconnet menawarkan sebuah pengalaman berselancar di dunia digital dengan rasa nyaman. Selain itu, harga yang ekonomis sangat membantu orangtua maupun mahasiswa.
Pelanggan dapat pula menikmati layanan IconApps, sebuah solusi aplikasi dan bisnis melalui berbagai value added service guna mendukung proses bisnis terintegrasi dan menyediakan pelayanan terbaik. Di dalam IconApss terdapat aplikasi I-Office yang bisa digunakan publik untuk me-manage kebutuhan karyawan melalui satu aplikasi baik kepegawaian, surat menyurat, persetujuan, kesehatan yang bisa digunakan online maupun offline.
“Iconnet menawarkan keandalan dan kenyamanan. Cocok digunakan segala kalangan, mendukung berbagai aktivitas seperti pembelajaran daring maupun bagi pekerja saat work from home,” tandasnya. (ndu/k15)
Ulil Muawanah
yin.khazan@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria