Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

GOTO IPO Raup Rp 15,8 Triliun

izak-Indra Zakaria • Selasa, 12 April 2022 - 21:59 WIB
Photo
Photo

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. akhirnya resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin (11/4). Emiten bernama GOTO itu dalam penawaran umum perdananya tercatat meraup dana Rp15,8 triliun. Berdasarkan pengumuman BEI, perusahaan decacorn pertama di tanah air melepas 40,6 miliar saham dengan harga penawaran saham Rp338 per lembar.

Presiden GOTO Patrick Cao membeberkan bahwa pertumbuhan perseroan akan didorong mulai dari integrasi pasar hingga kendaraan listrik. Mereka juga akan fokus mengerjakan pekerjaan rumaha di Vietnam, Singapura, dan Indonesia. ”Peluang pasar dari Indonesia, Vietnam, dan Singapura akan terus ada. Dalam hal pertumbuhan, kami akan fokus ke beberapa hal, terutama integrasi pasar,” ujarnya.

Fokus selanjutnya adalah memanfaatkan pengalaman hiperlokal GOTO di balik Covid-19, didukung dengan pengembangan infrastruktur. ”Terakhir adalah melakukan investasi di area dengan pertumbuhan tinggi, serta mengejar sektor baru seperti kendaraan listrik yang merupakan inti dari strategi ESG kami,” katanya.

CEO Grup GoTo Andre Soelistyo menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi bisnisnya. Pertama, mendorong pertumbuhan jumlah konsumen dan penggunaan layanan , melalui pengembangan produk dan sinergi antar layanan dalam ekosistem GoTo.

Selain itu, GOTO juga akan memperkuat pengalaman berbelanja dan bertransaksi di area terdekat dengan pengembangan infrastruktur, agar konsumen dapat memperoleh akses layanan yang paling relevan dengan mudah, cepat, dan ekonomis. ”Kami juga memperkuat sinergi di dalam ekosistem, termasuk mendorong program loyalitas dan rewards kepada pelanggan, memperluas layanan keuangan, serta memperdalam nilai tambah layanan untuk pedagang,” ujarnya.

GOTO telah mencatatkan nilai transaksi bruto proforma sebesar Rp 414,2 triliun untuk periode 12 bulan yang berakhir pada 30 September 2021. Adapun pendapatannya tercatat Rp 15,1 triliun. Perusahaan decacorn itu juga mencatat jumlah pesanan sebesar sekitar 2 miliar. Per 30 September 2021, lebih dari 55 juta pengguna yang bertransaksi dalam setahun, dan memiliki lebih dari 2,5 juta mitra pengemudi terdaftar

Sementara itu, Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee mengaratakan, debut GOTO di bursa masih mulus. Saham decacorn tersebut bergerak di zona hijau seharian. Bahkan, lima menit setelah pembukaan, langsung melesat 15,97 persen dari harga perdana saham Rp 338 menjadi Rp 400 per lembar.

Hingga perdagangan ditutup, naik 44 poin atau 13,02 persen di Rp 382 per lembar. Volume transaksinya tercatat 9,41 miliar saham dengan nilai Rp 3,67 triliun. Sedangkan, kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 452,43 triliun.

Hans mengingatkan calon investor perlu memerhatikan bahwa GoTo masih rugi bersih sebesar Rp 11,58 triliun per September 2021. Nilai kerugian itu meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 senilai Rp 10,43 triliun. Dari situ, perusahaan teknologi tersebut mengalami rugi saham Rp 197 per saham pada September 2021.

“Sepertinya (harga saham GoTo) tidak bisa naik terlalu kencang. Kalau investor masuk, paling spekulasi satu sampai tiga hari. Setelah itu stagnan di harga sekitar IPO atau mungkin malah terkoreksi,” ungkap Hans kepada Jawa Pos.

Meskipun demikian, GoTo memiliki prospek cerah dalam jangka panjang. Sebab, perusahaan tersebut memiliki ekosistem yang luas. Mulai dari Gojek, GoPay, Tokopedia, GoTo Financial, dan Bank Jago yang sudah memiliki posisi cukup mapan dalam persaingan di sektor masing-masing. (agf/han/dio)

 

Grafis ---

 

Debut GoTo di Bursa Saham

 

Partisipasi: 300 ribu investor

Kapitalisasi pasar: Rp 400,3 triliun (USD 28 miliar)

Total dana terkumpul: Rp 15,8 triliun (USD 1,1 miliar)

Perincian:

-IPO: Rp 13,7 triliun (USD 954,7 juta)

-Penjualan saham treasury (greenshoe): Rp 2,1 triliun (USD 146,3 juta)

 

Diolah dari berbagai sumber

Editor : izak-Indra Zakaria