TANJUNG REDEB - PT Jabontara Eka Karsa (JEK) yang merupakan anak perusahaan dari Kuala Lumpur Kepong (KLK) Group Kaltim Region turut menerima piagam penghargaan atas kinerja pengelolaan sampah dari Pemerintah Kabupaten Berau, kemarin (7/3).
Apresiasi tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih, kepada perwakilan PT JEK dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Kabupaten Berau Tahun 2023, yang dilaksanakan di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua.
Dikatakan Sri Juniarsih, HPSN 2023 ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran dan kepedulian seluruh komponen masyarakat terkait tanggung jawab pengelolaan sampah, serta melanjutkan upaya-upaya dalam pengelolaan sampah yang telah dilakukan dan memulai tahapan baru pengelolaan sampah yang lebih maju.
Sehingga, hasil yang diharapkan adalah adanya partisipasi aktif seluruh stakeholder persampahan, untuk mendukung target jakstarada Kabupaten Berau 100 persen sampah terkelola tahun 2025. Serta diperlukannya keterlibatan aktif semua pihak untuk mewujudkan Pulau Maratua Terbersih, Terindah dan Terkenal. Satu di antaranya yakni partisipasi dari PT Jabontara Eka Karsa.
“Kami mengapresiasi kepada perusahaan yang telah berkontribusi pada pembangunan Kabupaten Berau. Harapannya bisa terus berkelanjutan, yang tentu saja khususnya dapat mengedukasi masyarakat,” ujar Juniarsih.
Selain itu lanjut Sri Juniarsih, kontribusi perusahaan juga sebagai nilai dan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kemajuan Kabupaten Berau. Serta untuk memasyarakatkan pola hidup bersih dan sehat. Terutama di bulan HSPN ini, bupati mengharapkan dapat menjadi momentum untuk berbenah diri.
“Terlebih Maratua adalah kawasan pariwisata unggulan, serta sebagai penyanggah IKN ke depan. Sehingga perlu berbenah mulai saat ini. Maka itu, peran perusahaan ini harapannya bisa berdampak positif kepada masyarakat, dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat,” bebernya.
Bupati juga menginginkan komitmen dari perusahaan lain yang beroperasi di Bumi Batiwakkal, salah satunya PT Jabontara Eka Karsa untuk tetap berkontribusi dan ikut berperan serta dalam mendukung program-program pemerintah. “Harus bisa tetap berkomitmen kuat mendukung program pemerintah, khususnya kepedulian mereka tentang lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana juga menyampaikan terima kasih atas peran serta dan kontribusi para pihak perusahaan, terutama dalam mendukung kepedulian tentang lingkungan. Disebutnya, Pulau Maratua sejatinya ingin ditingkatkan menjadi pariwisata level internasional. Salah satu yang mendukung adalah kebersihan.
“Apalagi dengan momen HSPN ini tentu turut membangkitkan stakeholder untuk terlibat dalam mendukung sektor pariwisata,” terang Mustakim.
Diakuinya, salah satu perusahaan yang perannya sudah terlihat dalam hal ini memang adalah PT Jabontara Eka Karsa. Sehingga diberikan penghargaan atas apresiasi ke perusahaan, karena dinilai sudah memulai menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle atau biasa disebut penanganan sampah yang terdiri dari tiga unsur yaitu mengurangi, menggunakan ulang, dan mendaur ulang sampah.
“Memang belum yang terbaik, tapi sudah mampu memulai program pengelolaan sampah ini dengan 3R. Mulai dari alat, kemasan, hingga mengolah kompos juga terbilang baik,” ungkapnya.
Sehingga menurutnya, PT JEK memang layak menerima penghargaan atas kontribusi tersebut. “Penanganan sampah ini adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Terpisah, Assisten Manager Sustanability & K3 PT Jabontara Eka Karsa, Ronny Ponggalungan, yang hadir mewakili penerima penghargaan tersebut menjelaskan, dalam hal ini PT Jabontara Eka Karsa juga berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Pemkab Berau melalui DLHK Berau, dalam hal komitmennya mengelola sampah domestik atau yang dihasilkan oleh rumah tangga.
“Dalam hal pengelolaan sampah domestik di PT Jabontara Eka Karsa yang sedang berjalan saat ini, yaitu pemisahan sampah organik dan anorganik,” ungkap Ronny.
Dimana sampah organik dibuat komposting dan rencana ke depan akan dibuat sejenis proses biogas. Sedangkan untuk sampah anorganik, dikumpulkan untuk dibuat sebagai keterampilan dan sampah plastik yang di cacah. “Hal ini kami lakukan tentu karena untuk menjaga kelestarian lingkungan perkebunan secara berkelanjutan,” tutupnya. (mar/adv/sam)
Editor : uki-Berau Post