Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Di Hadapan Duta Besar dan 25 Delegasi Pengusaha Malaysia, Kaltara Tawarkan Peluang Investasi

izak-Indra Zakaria • Jumat, 22 Desember 2023 - 02:08 WIB
-
-

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), mendapat kesempatan memaparkan materi potensi investasi.

Paparan tersebut dilakukan dihadapan Duta Besar dan 25 perusahaan asal Malaysia yang bergerak pada beberapa sektor. Mencakup konstruksi, power generation, water treatment dan jasa penunjangnya. Pemaparan materi tersebut disampaikan oleh Kepala DPMPTSP Kaltara Ferry Ferdinand Bohoh dalam kegiatan bertajuk Export Acceleration Mission on Construction and Related Services, yang diinisiasi oleh Kedutaan Malaysia, Selasa (19/12) lalu, di Hotel St Regis, Kuningan, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry menyampaikan Kaltara yang diisi jumlah penduduk lebih dari 730 ribu orang itu memiliki segudang peluang investasi, terutama di bidang infrastruktur. Dia menyebutkan beberapa sektor potensial yang bisa dikembangkan. Seperti, rumah sakit, jembatan hingga bendungan hydropower menjadi andalan di provinsi paling utara pulau Kalimantan itu.

Kaltara juga menjadi satu–satunya provinsi yang diundang dalam kesempatan itu, pun memperlihatkan peluang investasi besar. Yakni Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) yang terletak Tanah Kuning di Kabupaten Bulungan.

Dia menjelaskan kawasan yang memiliki luas 30.000 hektare dan diklaim sebagai yang terluas di dunia. Mengembangkan tiga industri yang menjadi fokus pembangunan di kawasan industri hijau.

“Ketiga fokus pembangunan itu, berupa pembangunan industri baterai untuk kendaraan listrik, petrokimia dan alumunium,” ujarnya, kemarin (20/12).

Dia pun menekankan, kawasan itu mampu menjadi masa depan dalam pembangunan industri energi hijau. Sementara itu terkait regulasi perizinan, Ferry menjelaskan DPMPTS memudahkan segala bentuk perizinan investasi sesuai program hilirisasi pemerintah.

Saat ini, lanjutnya, para investor tak perlu repot–repot untuk datang ke Kaltara. Karena dengan adanya sistem Online Single Submission (OSS-RBA) yang diterbitkan oleh Lembaga OSS. Dapat dimanfaatkan untuk mempermudah pengurusan berbagai perizinan berusaha (terkait lokasi, lingkungan, dan bangunan), maupun izin operasional. Untuk kegiatan operasional usaha di tingkat pusat atau daerah.

“Kemudahan yang sangat mudah sekali. Mereka (investor) tidak perlu ke Kaltara mengurus izin, hanya menyiapkan persyaratan teknis saja,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Ferry berharap besarnya peluang investasi yang ada di Kaltara dapat menjadi daya tarik. Bagi para investor Malaysia dan juga negara lainnya.

“Harapan kita ke depan Kaltara, lebih dikenal dan saya lihat potensial investor yang hadir sangat tertarik mengenal Kaltara,” ungkapnya. (uno2)

Editor : izak-Indra Zakaria
#ekonomi