TANJUNG REDEB – Pada perayaan hari jadi BUMA ke 25 tahun, pada Senin (1/1) lalu, berbagai event digelar di Lapangan Batiwakkal, Jalan Murjani II, Tanjung Redeb. Meskipun di bawah guyuran hujan, namun pelaksaan berlangsung seru.
Direktur Bussines Unit BUMA, Sumardi, mengatakan, dalam tema yang diterapkan dalam ulang tahun BUMA ini, yakni 25 Tahun BUMA Memberikan manfaat untuk Indonesia, memiliki arti bahwa BUMA melalui seluruh pemangku kepentingan senantiasa bertumbuh dan memberikan kontribusi melalui karya dan inovasi yang bermanfaat untuk Indonesia yang lebih maju, tumbuh dan tangguh.
Sumardi menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada seluruh pemangku kepentingan serta BUMA akan terus berupaya untuk menjadi kebanggaan stakeholder dengan mewujudkan kontirbusi yang bermakna. BUMA juga menjadikan keselamatan kerja menjadi prioritas dalam operasional dengan menjaga kondisi kerja dan perilaku kerja yang baik dan saling menjaga. Serta melakukan pengawasan baik pengawasan dalam operasional dan keluarga karyawan demi membangun rumah BUMA dengan pondasi yang kokoh sehingga perusahaan dapat membuktikan eksisitensi sebagai perusahaan yang bermakna dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
Ia melanjutkan, BUMA akan terus berfokus pada keunggulan operasional secara konsisten dengan menjadi mitra dengan memberikan dampak sosial berkelanjutan. BUMA tak hanya bertanggung jawab terhadap pelanggan namun juga lingkungan.
25 tahun bukanlah waktu yang singkat. Sebagai jasa pertambangan terkemuka di Indonesia dan Australia, ada banyak dinamika yang telah dihadapi. Setiap tantangan menjadikan BUMA semakin kuat, kokoh dan tangguh dalam menghadapi keberlanjutan industri pertambangan yang kian dinamis.
"Setiap pencapaian yang telah berhasil diraih selama 25 tahun perjalanan ini, menjadi bekal bagi BUMA untuk dapat melangkah maju dalam inovasi dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat lingkar tambang," tambahnya.
Dalam giat tersebut juga turut ditampilkan, 22 anak pekerja BUMA, dengan baju design yang telah dibuat. Lenggak lenggok para model tersebut, membuat sorot kamera para orangtua, tidak ingin kehilangan untuk mengabadikan momen tersebut. Bahan yang digunakan, merupakan bahan dari baju dan celana para pekerja yang telah dipermak, dan tidak sedikit yang memadukan dengan batik. Bak modek profesional, mereka maju satu persatu.
Untuk mengapresiasi tersebut, BUMA memberikan reward kepada tiga penjahit, yang telah mendesain busana tersebut. Bahkan, salah satunya penyandang disabilitas. Yang diserahkan langsung oleh Sumardi.
“Ini untuk mengapresiasi, memberikan dukungan moral dan moril kepada rekan kita ini, untuk terus bangkit dan memberikan manfaat bagi orang banyak,” tuturnya.
Dalam pelaksanaan hari jadi tersebut, BUMA mengusung konsep sederhana, dan mengajarkan kepadda seluruh pihak untuk mencintai lingkungan, untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
“Pesan saya kepada seluruh pekerja. Bekerjalah sepenuh hati. Ingat ada keluarga yang menunggu di rumah. Selain itu, tetap jaga keselamatan kerja dalam meningkatkan operasional," katanya.
Disisi lain, dalam kegiatan tersebut, untuk mendukung lingkungan, BUMA juga menyerahkan bantuan beberapa unit alat kepada Komunitas Maratua Peduli Penyu (Malipe). Menurut Sumardi, langkah ini diambil, agar pelestarian penyu terus bisa berlangsung. Jangan sampai, penyu hanya jadi icon saja tapi tidak bisa dilihat langsung, karena perburuan telur penyu.
“BUMA benar-benar peduli terhadap lingkungan. Dan pelestarian penyu,” tuturnya.
Tidak hanya itu saja. Pada momen tersebut juga, BUMA meminta kepada 6.000 pekerjanya, untuk mengumpulkan sampah yang akan ditukar dengan kupon, guna membantu UMKM yang ada di Berau. total sampah yang terkumpul sebanyak 6 ton. Dijelaskannya lagi, makna sampah menjadi berkah yakni, ada 18 UMKM dengan 1.200 produk lokal yang dipamerkan. Dan produk tersebut akan ditukar dengan kupon yang didapat dari penukaran sampah. Dimana tujuh sampah akan mendapatkan satu kupon.
“Ini juga untuk perduli lingkungan pastinya. Jadi sampah yang dihasilkan dari acara ini, tidak berserakan, dan malah menjadi rezeki bagi orang lain,” tutupnya. (hmd)
Editor : uki-Berau Post