Luas panen dan produksi padi tahun 2023 di Kaltim, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 57,08 ribu hektar padi dipanen pada tahun 2023. Artinya turun 12,14 persen dibandingkan dengan tahun 2022 lalu. "Yakni sebesar sebesar 64,97 ribu hektar," kata Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana.
Untuk diketahui, berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), pola panen padi di Provinsi Kalimantan Timur pada 2023 secara umum hampir mirip dengan pola panen padi pada 2022. Selaras dengan kondisi pada 2022, puncak panen padi pada 2023 terjadi di bulan Maret, sedangkan luas panen terendah terjadi di bulan Desember.
Total luas panen padi pada 2023 sebesar 57,08 ribu hektare, dengan luas panen tertinggi pada bulan Maret sebesar 15,35 ribu hektare dan luas panen terendah pada bulan Desember, yaitu sekitar 0,18 ribu hektare. Jika dibandingkan dengan 2022, luas panen padi 2023 mengalami penurunan sebesar 7,89 ribu hektare (12,14 persen).
Produksi padi tertinggi pada 2023 terjadi di bulan Maret, yaitu mencapai 60,67 ribu ton dan produksi padi terendah terjadi pada bulan Desember, yaitu sebesar 0,77 ribu ton GKG. Hal ini sejalan dengan kondisi 2022, di mana produksi padi tertinggi juga terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 53,74 ribu ton, sedangkan produksi terendah terjadi pada bulan Desember, yaitu sebesar 0,89 ribu ton.
Jika dilihat secara lebih detail menurut kabupaten/kota, tiga kabupaten/ kota yang memberikan kontribusi produksi padi terbesar pada 2023, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser dengan produksi masing-masing sebesar 115,10 ribu ton GKG, 45,10 ribu ton GKG, dan 28,61 ribu ton GKG.
Penurunan produksi padi yang terjadi pada 2023 sebagian besar disumbang oleh Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Timur, dan Kabupaten Berau. Sementara itu, peningkatan produksi padi yang cukup besar terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kabupaten Paser yang mengalami penurunan produksi padi terbesar pada 2023 merupakan salah satu sentra produksi padi di Provinsi Kalimantan Timur. (*)
Editor : Indra Zakaria