Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kinerja BRI Triwulan III 2024: Pertumbuhan Laba dan Kredit UMKM yang Berkelanjutan

Rahman Hakim • 2024-10-30 10:08:15

Photo
Photo

PROKAL.CO, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan kinerja solid di tengah tantangan ekonomi domestik dan global.

Hingga akhir Triwulan III 2024, BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp45,36 triliun, mencerminkan komitmen BRI dalam memperkuat fundamental perusahaan.

Dalam konferensi pers mengenai kinerja keuangan BRI Triwulan III 2024 di Jakarta, Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan pentingnya fondasi bisnis yang kuat untuk menghadapi dinamika ekonomi.

Sunarso menyatakan, “Kesuksesan ini didukung oleh strategi bisnis yang konsisten dan respons strategis menghadapi perubahan pasar.”

Fokus BRI pada sektor UMKM juga berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

Penyaluran Kredit dan Aset yang Meningkat Pesat

Hingga September 2024, BRI menyalurkan kredit sebesar Rp1.353,36 triliun, naik 8,21% secara year on year (yoy).

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1.105,70 triliun disalurkan ke segmen UMKM, yang menjadi fokus utama BRI dalam memperkuat perekonomian kerakyatan.

Total aset BRI juga tumbuh 5,94% yoy, mencapai Rp1.961,92 triliun.

"Kami hadir untuk mendukung UMKM yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia," kata Sunarso, menyoroti peran BRI sebagai pilar utama dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pengelolaan Risiko Kredit yang Disiplin

BRI berhasil mengurangi rasio Non-Performing Loan (NPL) menjadi 2,90% pada Triwulan III 2024 dari sebelumnya 3,07% pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan rasio NPL dan Loan at Risk (LAR) ini menunjukkan efektivitas BRI dalam menerapkan strategi pengelolaan risiko yang disiplin, termasuk pemantauan kualitas kredit melalui sistem Early Warning System dan tim recovery khusus untuk kredit bermasalah.

“Kami mengadopsi manajemen risiko proaktif untuk menjaga kualitas aset dan memberikan layanan terbaik kepada nasabah,” jelas Sunarso.

Baca Juga: BRImo: Solusi Perbankan Digital BRI dengan Fitur QRIS Transfer yang Praktis dan Aman

Dana Pihak Ketiga dan Transformasi Digital melalui BRImo

BRI juga berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.362,42 triliun, tumbuh 5,59% yoy.

Pertumbuhan DPK ini didominasi oleh dana murah (CASA) dengan komposisi 64,17%.

Faktor utama peningkatan dana murah ini adalah digitalisasi layanan perbankan melalui super apps BRImo.

Dengan lebih dari 37,14 juta pengguna, BRImo mendukung akses mudah ke layanan perbankan bagi nasabah di berbagai segmen, terutama generasi muda yang semakin terbiasa dengan layanan digital.

BRI juga mengembangkan jangkauan layanan ke masyarakat pedesaan melalui AgenBRILink, dengan lebih dari 1,02 juta agen di 62.227 desa di Indonesia.

Hingga akhir September 2024, agen-agen ini mencatat transaksi finansial mencapai Rp1.170 triliun.

Kinerja Likuiditas dan Optimisme 2024

BRI mencatatkan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 89,18% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 26,76%, menunjukkan kondisi likuiditas yang sehat.

Dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat, BRI optimis mampu menghadapi tantangan ekonomi di sisa tahun 2024.

Sunarso menutup dengan keyakinan bahwa BRI akan mempertahankan kinerja positif hingga akhir tahun, “Kami optimis dengan memperkuat fondasi dan mengutamakan ketangguhan, BRI siap menghadapi tantangan ekonomi baik dari dalam maupun luar negeri.”

Editor : Rahman Hakim
#laba #bri #umkm #kredit #bbri #aset #kinerja keuangan #npl #dpk