Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

PELNI Prediksi Puncak Arus Balik 2 April, 171 Ribu Tiket Kapal Laut Ludes Terjual

Redaksi Prokal • Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIB

Kapal penumpang milik PT PELNI (Persero) melintasi perairan menuju pelabuhan, menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat untuk perjalanan antarpulau, termasuk program mudik Lebaran.
Kapal penumpang milik PT PELNI (Persero) melintasi perairan menuju pelabuhan, menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat untuk perjalanan antarpulau, termasuk program mudik Lebaran.

JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mulai memetakan pergerakan penumpang menjelang berakhirnya masa libur Lebaran 1447 Hijriah. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pelayaran ini memprediksi puncak arus balik tahun ini akan jatuh pada Kamis, 2 April 2026, dengan proyeksi mobilisasi penumpang mencapai puluhan ribu orang dalam satu hari.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengungkapkan bahwa berdasarkan data reservasi, puncak kepadatan diperkirakan akan melibatkan sekitar 27.009 penumpang yang kembali dari berbagai daerah. Hingga Senin (23/3) lalu, antusiasme masyarakat menggunakan moda transportasi laut terlihat sangat tinggi, di mana total penjualan tiket untuk periode arus balik telah menembus angka 171.438 tiket.

"Puncak arus balik kami prediksi terjadi pada 2 April 2026. Kami telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadirkan pengalaman 'Mudik Nyaman Bersama', mulai dari penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan hingga penambahan personel pelayanan dan tenaga pengamanan di lapangan," ujar Ditto di Jakarta.

Untuk memastikan kelancaran operasional selama periode 23 Maret hingga 6 April 2026, PELNI memastikan seluruh armada dalam kondisi laik laut. Pengawasan ketat dilakukan guna menjaga standar keselamatan serta memberikan pelayanan optimal bagi para pemudik yang berada di atas kapal. Kru kapal juga disiagakan penuh untuk melayani kebutuhan penumpang selama pelayaran berlangsung.

Ditto turut mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan balik namun belum memiliki tiket agar segera melakukan pemesanan melalui kanal resmi PELNI. Langkah ini sangat penting guna menghindari risiko kehabisan kuota serta praktik penjualan tiket tidak resmi yang merugikan. Ia juga mengingatkan penumpang untuk senantiasa mematuhi protokol keselamatan dan menjaga kebersihan selama berada di dalam kapal.

“Kami selalu mengutamakan keamanan dan kenyamanan dengan menerapkan prinsip safety first, zero accident, dan service excellent,” tegasnya.

Sebagai tulang punggung transportasi laut nasional, saat ini PELNI mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dengan persinggahan di 75 pelabuhan. Selain itu, PELNI juga mengelola 30 trayek kapal perintis yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP), mencakup 229 pelabuhan dengan ribuan rute perjalanan demi menjaga konektivitas penduduk di seluruh penjuru nusantara. (*)

Editor : Indra Zakaria