PROKAL.CO, JAKARTA-Indo Premier Sekuritas (IPOT) merelakan teknologi kelas institusinya dipakai nasabah broker lain secara gratis.
Keterbatasan teknologi di sekuritas lain tidak boleh jadi beban investor.
Di tengah volatilitas pasar saham Indonesia yang terus meningkat sepanjang awal 2026, satu kenyataan kembali mencuat ke permukaan.
Sebagian besar investor retail Indonesia masih trading dalam kondisi buta terhadap salah satu data paling kritis dalam pasar; antrean order saham secara real time.
Baca Juga: Anggaran Rp220 Miliar Mengucur, Dana Gratispol Pendidikan Kaltim Resmi Masuk ke Rekening Kampus
Mereka tidak melihat siapa yang antre di depan mereka. Mereka tidak tahu berapa tekanan beli atau jual yang sedang terjadi detik ini.
Nasabah terbiasa membuat keputusan beli dan jual berdasarkan broker summary, data yang sudah terlambat hingga 16 jam, sementara smart money bergerak berdasarkan realita yang terjadi saat ini juga.
“Dan penyebabnya bukan kurangnya kemampuan investor. Penyebabnya adalah keterbatasan infrastruktur teknologi di sekuritas tempat mereka bergabung yang tidak dapat menghadirkan teknologi trading dengan fitur real time,” tegas Chief Marketing Officer (CMO) PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu.
Saat sekuritas lain tidak mampu hadirkan antrean order real time, IPOT justru membuka pintu; pakai dulu, rasakan bedanya!
Fakta industri yang perlu diketahui publik, tidak semua sekuritas di Indonesia memiliki kemampuan teknis untuk menghadirkan Live Orderbook dan indikator trading real time kepada nasabahnya.
Alasannya beragam. Mulai dari keterbatasan infrastruktur sistem, biaya investasi teknologi yang besar hingga ketiadaan tim riset institusi yang mendukung.
Namun dampaknya terasa langsung dan nyata di portofolio investor. Yakni,
● Investor tidak dapat melihat antriean order saham yang sedang berjalan
● Investor tidak mampu membaca akumulasi atau distribusi yang terjadi saat ini
● Investor tidak mengetahui tekanan beli/jual secara real time
● Keputusan trading diambil dari data historis broker summary, bukan dari realita market yang bergerak
“Akibatnya investor masuk di puncak, keluar di dasar bukan karena salah analisa, tetapi karena salah infrastruktur,” ujar Sergio Ticoalu.
Baca Juga: Polresta IKN Segera Dibangun, Basuki Hadimuljono Tegaskan Pembangunan dalam Satu Komando Otorita
Kata dia, ini bukan strategi marketing. Ini adalah respons IPOT atas realita pahit, jutaan investor retail Indonesia masih trading tanpa melihat antrean order mereka sendiri
“Ini bukan promosi. Ini adalah pernyataan sikap IPOT bahwa keterbatasan teknologi di sekuritas lain tidak boleh menjadi hukuman bagi investor retail Indonesia yang ingin trading dengan benar,” terangnya.
Ia menambahkan, IPOT merelakan infrastruktur teknologi kelas institusinya yang dibangun dengan investasi besar dan telah melayani dana kelolaan sebesar Rp 312 triliun untuk diakses secara gratis oleh siapa pun yang membutuhkan.
IPOT mengambil keputusan yang belum pernah dilakukan sebelumnya di industri sekuritas Indonesia.
“Aplikasi IPOT kini dapat diunduh dan digunakan secara gratis oleh nasabah sekuritas mana pun, tanpa kewajiban transfer dana, tanpa syarat pindah broker,” katanya.
Fitur IPOT yang tidak tersedia di sekuritas lain dibuka aksesnya gratis. Tanpa syarat transfer dana.
Fitur-fitur Real Time IPOT berikut dapat langsung diakses gratis:
● Live Orderbook (Order Real Time)
Antrean Order: Lihat secara langsung siapa yang antre beli dan jual di setiap saham — bukan estimasi, bukan data terlambat, tapi antrean nyata yang bergerak detik per detik.
● LADI: Live Accumulation Distribution Indicator
Indikator eksklusif IPOT yang membaca akumulasi dan distribusi secara live, bukan setelah selesai, tapi saat jam bursa.
● HAKA / HAKI: Hit Action Buy/Sell
Deteksi tekanan beli dan jual secara real time, identifikasi kapan smart money sedang agresif masuk atau keluar.
● AI Live: Most Active Stocks
Identifikasi saham-saham yang paling aktif bergerak berbasis data aktual, bukan berdasarkan rumor atau narasi komunitas.
● Profit / Loss Broker Harian
Transparansi penuh: investor dapat melihat broker mana yang sedang untung, rugi, akumulasi, atau distribusi setiap hari trading.
● IPOT Views: Riset Institusi
Riset kelas asset management yang selama ini hanya bisa diakses oleh institusi besar, kini tersedia untuk semua investor.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat di Balikpapan Melambung, Otoritas Bandara Pastikan Tarif Kelas Ekonomi Masih Sesuai Aturan
MOTIVASI EMPATI IPOT, BUKAN EKSPANSI PROMOSI
Keputusan ini lahir dari satu kesadaran IPOT yang sederhana, tapi mendasar di mana investor retail Indonesia bukan kalah karena tidak pintar.
Mereka kalah karena tidak punya akses ke alat dan teknologi real time yang benar.
“IPOT memahami bahwa tidak semua investor bebas berpindah sekuritas dengan mudah, ada rekening yang sudah aktif, ada portofolio yang sedang terbuka, ada saham yang masih dipegang. Memaksa mereka pindah bukan solusi yang adil. Maka solusinya adalah bawa infrastruktur IPOT kepada mereka, bukan paksa mereka datang ke IPOT,” katanya.
Selama mereka belum bisa melihat antrean order saham mereka sendiri, selama itulah mereka berpotensi terus menjadi likuiditas di harga puncak bagi smart money yang sudah bergerak duluan.
FITUR INI HANYA ADA DI IPOT DAN KINI DIBUKA GRATIS UNTUK SEMUA
Perlu ditegaskan Live Orderbook secara real time, Antrean Order, LADI, HAKA/HAKI Hit Action, AI Live, adalah fitur yang saat ini hanya tersedia di ekosistem IPOT di Indonesia.
Baca Juga: Musorprov KONI Kaltim Makin Dekat, Syarat Calon Ketua Kini Diperketat
Bukan karena eksklusivitas yang disengaja, tetapi karena membangun infrastruktur ini membutuhkan:
● Tim teknologi dan riset dengan kapabilitas kelas institusi
● Modal dan infrastruktur server yang mampu menangani data real time berskala besar
● Integrasi antara sistem trading, riset, dan indikator dalam satu ekosistem terpadu
Infrastruktur ini adalah hasil dari investasi bertahun-tahun yang mengelola kepercayaan nasabah dan dana kelolaan terbesar di industri. Dan kini, untuk pertama kalinya, IPOT membuka akses infrastruktur ini secara gratis kepada publik.
KONTEKS PASAR; MENGAPA INI PENTING SEKARANG
Sepanjang kuartal I 2026, tekanan IHSG dan volatilitas global telah menciptakan kondisi di mana perbedaan antara investor yang punya akses data real time dan yang tidak menjadi semakin nyata dan semakin mahal.
Investor yang tidak bisa melihat antrean order secara real time cenderung:
● Masuk di harga puncak ketika distribusi sudah berjalan
● Menahan posisi rugi karena tidak tahu smart money sudah keluar
● Bereaksi terhadap data terlambat yang sudah tidak relevan dengan kondisi market saat ini
Sementara investor yang menggunakan Live Orderbook dan indikator real time IPOT mampu:
● Membaca tekanan beli/jual sebelum harga bergerak signifikan
● Mengidentifikasi akumulasi atau distribusi saat masih terjadi
● Mengambil keputusan berdasarkan data aktual, bukan reaksi terhadap pergerakan yang sudah terjadi
TENTANG IPOT INDO PREMIER SEKURITAS
IPOT adalah pelopor ekosistem Retail Smart Money di pasar modal Indonesia, dengan fondasi infrastruktur yang meliputi:
● Dana kelolaan sebesar Rp 312 triliun
● Modal institusi triliunan rupiah sebagai fondasi kepercayaan
● Sistem keamanan Anti-Phishing & Anti-Hacking (Sistem Keamanan TOTAL)
● x RDN dengan potensi return hingga ~2% per tahun (hingga 100x bunga RDN konvensional)
● Satu-satunya platform di Indonesia yang mengintegrasikan Real Time Trading Tools + Riset Institusi dalam satu ekosistem
● Winning rate nasabah aktif di atas 50%
CARA MENGAKSES GRATIS, TANPA TRANSFER DANA
Langkah mudah untuk nasabah sekuritas lain:
● Unduh aplikasi IPOT dari App Store atau Google Play
● Daftarkan akun, proses cepat, tanpa biaya
● Akses langsung Live Orderbook, LADI, HAKA/HAKI, AI Live, dan fitur real time lainnya
● Tidak perlu transfer dana. Tidak perlu pindah rekening. Cukup buka, lihat, dan rasakan perbedaannya.
“Kalau broker Anda tidak bisa tunjukkan antrean order secara real time, IPOT akan tunjukkan. Gratis,” tegas Sergio Ticoalu. (*)
Editor : Faroq Zamzami