Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Produktivitas Nelayan Kaltim Terus Tumbuh, Ancaman Illegal Fishing Tetap Jadi Tantangan Serius

Redaksi Prokal • Kamis, 14 Mei 2026 | 11:21 WIB
ilustrasi nelayan PPU.
ilustrasi nelayan PPU.

 
SAMARINDA – Sektor perikanan tangkap di Kalimantan Timur terus menunjukkan performa positif dengan tren produktivitas yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di balik capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) masih harus bekerja keras menghadapi tantangan klasik yang belum tuntas, yakni praktik illegal fishing yang mengancam keberlanjutan ekosistem laut.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kaltim, Petrijansyah Noor, menjelaskan bahwa karakteristik sektor ini sangat berbeda dengan perikanan budidaya karena ketergantungannya yang sangat tinggi terhadap kondisi alam. Menurutnya, ikan merupakan sumber daya migrasi yang pergerakannya dipengaruhi oleh perubahan musim, arus, hingga fluktuasi suhu air laut, sehingga hasil tangkapan tidak pernah bisa diprediksi secara matematis.

Meski sangat dipengaruhi oleh faktor alam, data statistik menunjukkan optimisme yang kuat. Pada tahun 2024, total produksi perikanan tangkap di Kaltim berhasil menembus angka 218 ribu ton dari berbagai komoditas laut. Secara rata-rata, angka produksi ini mengalami kenaikan stabil di kisaran tiga persen setiap tahunnya. Capaian ini tidak lepas dari intervensi pemerintah dalam membina kelompok nelayan serta penyaluran bantuan sarana usaha yang tepat sasaran.

Petrijansyah menekankan bahwa bantuan sarana usaha kini diberikan dengan syarat yang lebih ketat guna memastikan efektivitasnya di lapangan. Calon penerima bantuan harus tergabung dalam kelompok resmi, memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka), serta mengantongi rekomendasi dari pemerintah desa maupun dinas terkait di tingkat kabupaten dan kota. Pola pembinaan berbasis kelompok ini sengaja dipilih agar dampak kesejahteraan dan peningkatan produksi dapat dirasakan secara kolektif oleh para nelayan.

Namun, di tengah pertumbuhan produksi tersebut, DKP Kaltim terus menyuarakan peringatan keras terhadap penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Praktik ilegal seperti penggunaan bom, racun, hingga alat setrum masih ditemukan dan menjadi ancaman nyata bagi masa depan laut Kaltim. Petrijansyah mengingatkan para nelayan bahwa merusak terumbu karang dan habitat ikan dengan cara instan sama saja dengan menghancurkan sumber penghidupan mereka sendiri di masa depan.

Kesadaran untuk menjaga lingkungan laut kini menjadi fokus utama yang terus ditanamkan kepada setiap kelompok nelayan binaan. Dengan menjaga ekosistem tetap sehat, diharapkan tren positif kenaikan produksi perikanan di Kaltim tidak hanya terjadi sesaat, tetapi dapat terus berlanjut demi menjamin kesejahteraan nelayan dan ketahanan pangan daerah secara jangka panjang.(*)

Editor : Indra Zakaria
#kaltim