JAKARTA – Peresmian Shayne Pattynama sebagai rekrutan anyar Persija Jakarta pada Jumat (23/1) membawa angin segar sekaligus persaingan panas di lini pertahanan Macan Kemayoran. Pemain yang diboyong dari klub Thailand, Buriram United FC, ini mendapatkan kontrak jangka panjang berdurasi 2,5 tahun, sebuah langkah yang mengukuhkan ambisi Persija di Super League.
Namun, kehadiran Shayne menciptakan kepadatan di posisi bek kiri yang sebelumnya sudah dihuni oleh pemain asing asal Brasil, Alan Cardoso, dan talenta muda lokal, Dony Tri Pamungkas. Situasi ini memicu spekulasi mengenai masa depan Alan Cardoso di Jakarta. Meskipun tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di skuad saat ini—melampaui catatan kapten Rizky Ridho dengan 18 penampilan—posisi Cardoso perlahan mulai goyah.
Profil Shayne Pattynama memang sangat menggiurkan bagi pelatih Mauricio Souza. Sebagai pemain keturunan yang memegang paspor Indonesia, Shayne memberikan fleksibilitas kuota pemain bagi manajemen. Secara teknis, pengalaman Eropa yang ia miliki bersama Ajax Youth, Utrecht, Viking FK di Norwegia, hingga KAS Eupen di Belgia, menjadikannya opsi utama yang sangat kompetitif dibandingkan Cardoso yang dalam lima laga terakhir mulai sering turun sebagai pemain pengganti.
Di sisi lain, Dony Tri Pamungkas memiliki "senjata" tersendiri dalam persaingan ini. Di usia yang baru menginjak 21 tahun, Dony merupakan kunci Persija dalam memenuhi regulasi Super League musim ini yang mewajibkan setiap tim memainkan pemain U-22 minimal selama 45 menit. Hal ini membuat posisi Dony cenderung lebih aman karena ia menjadi kebutuhan regulasi sekaligus teknis bagi tim.
Hingga saat ini, manajemen dan tim pelatih Persija Jakarta belum mengambil keputusan resmi terkait perombakan di sektor kiri pertahanan. Ketiga pemain tersebut masih memiliki peluang untuk bertahan dan bersaing secara sehat, namun kehadiran Shayne Pattynama jelas memberikan sinyal bahwa standar persaingan di skuad Macan Kemayoran telah naik ke level yang lebih tinggi.
Editor : Indra Zakaria