Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Apparel Kontestan Euro 2024, Kesempatan si Tiga Garis Memulihkan Nama  

Indra Zakaria • Senin, 15 April 2024 - 21:15 WIB

 

AJANG TERAKHIR: False nine Jerman Kai Havertz mengenakan jersey kandang Adidas untuk Euro 2024 saat beruji coba kontra Prancis di Stadion Groupama (24/3). OLIVIER CHASSIGNOLE/AFP   
AJANG TERAKHIR: False nine Jerman Kai Havertz mengenakan jersey kandang Adidas untuk Euro 2024 saat beruji coba kontra Prancis di Stadion Groupama (24/3). OLIVIER CHASSIGNOLE/AFP  
 

 

 

Lupakan sejenak perceraian antara timnas Jerman dan Adidas yang akan berlaku mulai 2026. Sebab, pada Euro tahun ini, Adidas berpeluang mengembalikan supremasi di rumah sendiri. 

 

EURO 2024 boleh dibilang menjadi momen tepat bagi Adidas untuk berjaya. Sebagai tuan rumah, kombinasi mereka dengan Die Mannschaft, sebutan timnas Jerman, diyakini bakal menyudahi inferioritas mereka yang kali terakhir juara pada edisi 2012 bersama Spanyol.

Sebab, setelah itu, justru Nike dan Puma yang berjaya. Bahkan, untuk sekadar masuk final di dua edisi terakhir pun Adidas tidak mampu. Yakni, all Nike final antara Portugal dan Prancis di 2016 serta Puma vs Nike di 2020 yang mempertemukan Italia dan Inggris.

Status tuan rumah juga bakal berperan krusial bagi Jerman. Sebab, mereka kali terakhir memenangi ajang empat tahunan tersebut pada 1996. Setelah itu, prestasi terbaik adalah runner-up 2008. Hanya, saat itu Adidas masih bisa tertawa lantaran tercipta all Adidas final antara Spanyol dan Jerman.

“Kami membidik hasil terbaik (juara, Red) dengan pemain terbaik yang cocok dengan tim ini,” kata der trainer Jerman Julian Nagelsmann seperti dilansir BILD.

Adidas tidak main-main jelang Euro kali ini. Sebab, mereka sukses menggaet juara bertahan Italia. Ketika memenangi Euro 2020 (yang dihelat pada 2021), Gli Azzurri –sebutan Italia– masih disuplai oleh ”saudara” Adidas, Puma.

Belgia dan Spanyol jadi tim unggulan Adidas lainnya untuk merusak hegemoni Nike yang selalu masuk final di dua edisi terakhir. Skotlandia dan Hungaria sebagai tim Adidas di Euro nanti mungkin hanya sebagai pelengkap.

Bagi Italia, ini bukan kali pertama mereka disponsori Adidas. Kerja sama tersebut sebelumnya terjadi pada 1974–1978. Hanya, kala itu Italia nirgelar. Di Euro 1976, mereka tidak lolos putaran final. Artinya, Italia pada Euro nanti juga mengusung debut gelar bersama Adidas.

Tetapi, peluang Nike untuk kembali berjaya atau minimal masuk final tetap lebih besar. Sebab, apparel asal AS itu diwakili sembilan negara. Lima di antaranya jadi gacoan Nike. Yakni, Prancis, Inggris, Belanda, Portugal, dan Kroasia.

Meski memiliki tim lebih banyak, sejatinya Nike masih newbie untuk urusan juara. Bagaimana tidak. Hanya Portugal ketika juara 2016 yang pernah mencicipi juara bersama Nike. Ironisnya, Prancis dan Belanda juara ketika disponsori Adidas (2000 dan 1988).

“Kami yakin bisa memenanginya (Euro 2024, Red). Bisa dibilang kami memiliki banyak pemain yang bisa mengubah pertandingan (megabintang Cristiano Ronaldo salah satunya, Red). Jika Anda kerja keras untuk itu, ada dewi fortuna yang bisa membantu (seperti ketika mengalahkan Prancis di final 2016, Red),” beber pelatih Portugal Roberto Martinez sebagaimana dilansir ESPN.(io/c19/dns/jpg/er/k16)

Editor : Indra Zakaria
#jerman #adidas