Timnas Indonesia bersiap untuk menghadapi tantangan berat saat menjamu Australia pada pertandingan kedua Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Laga ini akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Selasa (10/9) pukul 19.00 WIB.
Pertandingan ini sangat dinantikan oleh para pendukung Timnas Garuda yang berharap bisa melihat aksi heroik anak asuh Shin Tae-yong kembali mengulangi performa impresif saat menahan imbang Arab Saudi.
Tak hanya menjadi laga penting untuk Timnas Indonesia, duel ini juga krusial bagi Australia yang baru saja menelan kekalahan dari Bahrain di laga pertama mereka. Australia tentu datang dengan tekad bangkit, sementara Timnas Indonesia berambisi untuk memetik kemenangan pertama di babak kualifikasi ini.
Dengan atmosfer GBK yang dikenal penuh dukungan suporter fanatik, pertandingan ini dijamin akan menjadi salah satu duel seru yang sayang jika dilewatkan.
Sejak pertama kali bertemu pada 7 November 1967, catatan pertemuan antara Timnas Indonesia dan Australia lebih sering berpihak pada tim Negeri Kanguru. Dari total 19 pertemuan, Australia berhasil memenangkan 15 laga, sementara tiga laga berakhir imbang, dan Timnas Indonesia hanya mencatatkan satu kemenangan. Kemenangan tunggal Timnas Indonesia itu terjadi pada 30 Agustus 1981, di mana Garuda berhasil unggul tipis atas Australia.
Namun, sejarah lama bukanlah halangan bagi Timnas Indonesia. Di bawah komando pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan, terutama setelah berhasil menahan Arab Saudi di laga perdana. Kepercayaan diri skuad Garuda kini tengah memuncak, terlebih lagi dengan dukungan penuh suporter yang akan memenuhi stadion.
Australia, meski di atas kertas lebih diunggulkan, tidak berada dalam kondisi terbaiknya. Kekalahan 0-1 dari Bahrain di laga pertama tentunya menjadi beban psikologis bagi skuad Socceroos, yang saat ini terdampar di posisi kelima Grup C tanpa raihan poin.
Kedua tim punya target yang sama: meraih tiga poin demi menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026. Bagi Timnas Indonesia, kemenangan ini sangat penting untuk menjaga momentum setelah hasil imbang 1-1 yang mengesankan melawan Arab Saudi.
Saat ini, Timnas Indonesia berada di peringkat keempat Grup C dengan satu poin. Tiga poin dari laga melawan Australia bisa mendongkrak posisi Timnas Indonesia ke papan atas, sekaligus memperbesar peluang lolos.
Di sisi lain, Australia butuh kemenangan agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan Grup C. Kekalahan kedua secara berturut-turut akan membuat peluang mereka lolos semakin berat, apalagi dengan peringkat FIFA mereka yang saat ini berada di posisi 24 dunia, jauh di atas Timnas Indonesia yang menempati posisi 133.
Pelatih Shin Tae-yong diprediksi akan kembali mengandalkan formasi 3-4-3 yang sukses menahan gempuran Arab Saudi. Strategi ini tampaknya akan kembali diandalkan melawan Australia, dengan harapan memberikan keseimbangan antara serangan dan pertahanan.
Salah satu perubahan signifikan yang diprediksi terjadi adalah kembalinya Justin Hubner, bek tengah naturalisasi yang absen di laga pertama karena hukuman akumulasi kartu kuning. Kehadiran Hubner diharapkan bisa memperkukuh lini pertahanan Garuda.(*)
Editor : Indra Zakaria