RABAT – Stadion Prince Moulay Abdellah menjadi saksi bisu keberhasilan dramatis Timnas Maroko melangkah ke partai final Piala Afrika 2025. Skuad berjuluk The Atlas Lions ini sukses menumbangkan raksasa Afrika lainnya, Nigeria, melalui drama adu penalti yang menegangkan pada Rabu waktu setempat.
Pertandingan semifinal ini berlangsung sangat alot. Selama 120 menit waktu normal hingga babak tambahan, kedua tim gagal memecah kebuntuan meski jual beli serangan terus terjadi. Maroko yang tampil sebagai tuan rumah mengambil inisiatif menyerang sejak awal melalui aksi Brahim Diaz dan Achraf Hakimi, namun ketangguhan kiper Nigeria, Stanley Nwabali, memaksa laga berakhir tanpa gol.
Memasuki babak adu penalti, kiper kawakan Maroko, Yassine Bounou, tampil sebagai pahlawan. Bounou dengan gemilang berhasil menggagalkan tendangan dua eksekutor Nigeria, Samuel Chukwueze dan Bruno Onyemaechi. Di sisi lain, empat penendang Maroko—Neil El Aynaoui, Elisse Ben Seghir, Achraf Hakimi, dan Youssef En-Nesyri—menjalankan tugas mereka dengan sempurna tanpa celah.
Skor berakhir 4-2 untuk keunggulan Maroko di babak adu penalti. Sementara Nigeria hanya mampu membalas lewat eksekusi Paul Onuachu dan Fisayo Dele-Bashiru. Kemenangan ini memastikan Maroko melaju ke partai puncak untuk memperebutkan takhta tertinggi sepak bola Afrika.
Maroko dijadwalkan akan menghadapi juara bertahan Senegal di partai final yang akan kembali digelar di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, pada Senin (19/1/2026) dini hari pukul 02.00 WIB. Senegal maju ke final setelah sukses menundukkan Mesir dengan skor 1-0. Ini akan menjadi duel sengit yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola Afrika saat ini.
Sementara itu, Nigeria harus puas bertarung untuk memperebutkan tempat ketiga. The Super Eagles akan berhadapan dengan Timnas Mesir di Stadion Mohammed V, Casablanca, pada Sabtu (17/1/2026) pukul 23.00 WIB. (*)
Editor : Indra Zakaria