Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hansi Flick Buka Suara Soal Lamine Yamal dan Bendera Palestina: "Itu Keputusannya Sendiri"

Indra Zakaria • Rabu, 13 Mei 2026 | 08:00 WIB
Lamine Yamal kibarkan bendera Palestina.
Lamine Yamal kibarkan bendera Palestina.
  
Dunia sepak bola kembali dihebohkan dengan aksi simbolis di luar lapangan, kali ini melibatkan bintang muda Barcelona, Lamine Yamal. Pelatih kepala Hansi Flick akhirnya memberikan tanggapan terkait tindakan anak asuhnya yang tertangkap kamera memegang bendera Palestina baru-baru ini. Flick mengakui bahwa meskipun isu politik bukan merupakan topik yang ia gemari untuk dibahas secara terbuka di lingkungan profesional, ia telah menjalin komunikasi pribadi dengan pemain berusia 18 tahun tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang jujur, pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa ia telah berbicara langsung dengan Yamal mengenai konsekuensi dan tanggung jawab dari tindakannya. Flick menekankan bahwa di usianya yang sudah menginjak 18 tahun, Yamal memiliki kedewasaan dan hak penuh untuk menentukan sikap pribadinya. Ia menyampaikan kepada sang pemain bahwa jika itu adalah keputusannya, maka Flick menghormati pilihan tersebut sebagai langkah seorang individu yang sudah beranjak dewasa.

Flick kemudian mencoba mengalihkan perspektif pada esensi sepak bola dan dampaknya terhadap masyarakat luas. Ia merenungkan bagaimana sepak bola memiliki kekuatan emosional yang luar biasa bagi banyak orang, melampaui sekadar hasil pertandingan di papan skor. Melihat antusiasme massa di jalanan hingga air mata di mata para penggemar, Flick merasa apa yang ditunjukkan oleh orang-orang adalah sesuatu yang sulit dipercaya dan menyentuh hati.

Bagi Flick, fokus utamanya tetaplah pada permainan di atas lapangan hijau, namun ia tidak menutup mata terhadap harapan besar yang diletakkan publik di pundak timnya. Dengan memberikan kebebasan berekspresi kepada Yamal, Flick menunjukkan gaya kepemimpinan yang menghargai integritas pribadi pemainnya, sembari tetap menjaga harmoni di dalam ruang ganti di tengah sorotan global yang semakin tajam. (*)

Editor : Indra Zakaria
#lamine yamal