Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kibarkan Bendera Palestina di Lapangan, Pelatih Mesir Dedikasikan Kemenangan Bersejarah Piala Dunia untuk Warga Gaza

Indra Zakaria • Minggu, 5 Juli 2026 | 10:51 WIB
Hossam Hassan
Hossam Hassan

 
DALLAS — Momen emosional dan penuh haru mewarnai keberhasilan tim nasional Mesir menembus babak 16 besar Piala Dunia 2026. Usai menumbangkan Australia lewat drama adu penalti di Stadion Dallas, Texas, pelatih Mesir, Hossam Hassan, merayakan kemenangan bersejarah tersebut dengan mengibarkan bendera Mesir dan Palestina di tengah lapangan, sebelum seluruh skuad melakukan sujud syukur bersama.

Dalam konferensi pers pascapertandingan, Hassan secara terbuka mendedikasikan pencapaian perdana Mesir di fase gugur Piala Dunia ini untuk masyarakat Palestina yang tengah didera penderitaan.

"Semoga Allah memberikan mereka (rakyat Palestina) kemenangan, dan semoga Allah merahmati para syuhada mereka. Saya katakan kepada mereka: Saya mendedikasikan kemenangan ini untuk rakyat Mesir dan rakyat Palestina, mereka yang berhati mulia dan terhormat." — Hossam Hassan.

Pertandingan babak 32 besar itu sendiri berlangsung sangat ketat. Mesir sempat memimpin lewat sundulan Emam Ashour pada menit ke-13, sebelum gol bunuh diri Mohamed Hany di babak kedua membuat skor imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu usai. Pada babak adu penalti, kiper Mesir tampil gemilang sementara Hossam Abdelmaguid sukses maju sebagai eksekutor penentu untuk mengunci kemenangan 4-2 bagi tim berjuluk The Pharaohs.

Hossam Hassan dengan bendera Palestina.
Hossam Hassan dengan bendera Palestina.

Senyum yang Kembali Mekar di Antara Puing-Puing Gaza

Kemenangan dramatis ini langsung memicu perayaan emosional di seluruh dunia Arab, termasuk di Jalur Gaza. Berbagai video yang viral di media sosial memperlihatkan ribuan warga Gaza berkumpul di depan layar kaca darurat dengan latar belakang gedung-gedung yang hancur pemboman dan tenda-tenda pengungsian.

Anak-anak dengan wajah yang dilukis bendera Mesir tampak bersorak gembira. Bagi warga Gaza, kemenangan Mesir menjadi oase kebahagiaan di tengah situasi konflik yang mencekam.

Salah seorang warga Gaza, Tamer Nahed, membagikan momen berharga tersebut melalui akun media sosialnya. Ia menyebutkan bahwa ini adalah pertama kalinya ia mengikuti Piala Dunia dengan penuh semangat karena melihat ribuan orang keluar dari tenda dan puing rumah mereka hanya untuk bersorak bersama, memberikan diri mereka momen untuk tersenyum di tengah kepungan nestapa.

Sebelum pertandingan dimulai, skuad Mesir sempat didera kabar kurang menyenangkan setelah video ketegangan antara staf tim dan kepolisian Dallas viral di media sosial. Pihak timnas Mesir menyatakan bahwa seorang petugas polisi sempat mendorong direktur tim, Ibrahim Hassan, serta pemain bintang Trezeguet saat keduanya hendak berfoto dengan seorang penggemar di hotel tempat mereka menginap. Meski demikian, Departemen Kepolisian Dallas mengonfirmasi bahwa kesalahpahaman tersebut telah diselesaikan dengan baik di lokasi kejadian.

Dengan hasil ini, Mesir resmi melaju ke babak 16 besar untuk menantang raksasa Amerika Selatan, Argentina, dalam laga yang diprediksi akan berjalan panas di Atlanta. (*)

Editor : Indra Zakaria
#mesir