Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sisi Lain Prancis di Piala Dunia: Tak Hanya Jago Main Indah, Skuad Deschamps Terbukti Siap Diajak Perang

Redaksi Prokal • Minggu, 5 Juli 2026 | 19:52 WIB
Kylian Mbappe
Kylian Mbappe

PROKAL.CO- “Kami membuktikan bahwa kami bukan cuma tim yang bisa bermain indah. Kalau harus turun berperang, kami juga siap.” Kalimat tegas itu diucapkan oleh kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, sesaat setelah timnya menyudahi perlawanan sengit Paraguay dengan skor tipis 1-0 di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Bagi mereka yang hanya melihat papan skor, kemenangan minimalis lewat gol penalti ini mungkin terasa biasa saja. Namun, siapa pun yang menyaksikan 90 menit jalannya laga di lapangan pasti paham betul mengapa Mbappe sampai menggunakan analogi "perang" untuk menggambarkan atmosfer pertandingan.

Selama hampir 70 menit, Paraguay berhasil menerapkan strategi yang benar-benar menguras emosi dan membuat frustrasi lini serang Les Bleus. Skuad asal Amerika Selatan tersebut bertahan dengan sangat rapat, sengaja merusak ritme permainan, dan berkali-kali mencoba mengganggu konsentrasi para pemain Prancis lewat perang saraf. Puncaknya, gesekan demi gesekan, intrik di lapangan, hingga aksi memalukan merusak rumput di sekitar titik putih sempat terjadi sebelum Mbappe mengeksekusi penalti.

Hal yang membuat kubu Prancis semakin meradang adalah bagaimana perangkat pertandingan menyikapi taktik dark arts tersebut. Sepanjang laga, tak ada satu pun kartu kuning yang keluar dari saku wasit untuk pemain Paraguay. Sebaliknya, Prancis justru harus menerima tiga kartu kuning. Ketimpangan ini membuat para pemain Prancis merasa bahwa permainan keras lawan telah direstui di lapangan.

Rayan Cherki bahkan tidak bisa menyembunyikan keheranannya setelah laga usai. “Mereka melakukan 30 atau 40 pelanggaran, masa tidak ada kartu kuning sama sekali?” cetus Cherki meluapkan kekesalannya. Uniknya, data statistik resmi pertandingan justru merilis bahwa Paraguay hanya melakukan 11 kali pelanggaran—sebuah angka yang terasa janggal jika melihat betapa brutalnya benturan fisik yang terjadi di lapangan.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, juga mengamini adanya provokasi yang berlebihan dari kubu lawan. Menurut Deschamps, Paraguay mempraktikkan segala trik kotor yang ada di buku panduan sepak bola, termasuk melontarkan kalimat-kalimat hinaan dari arah bangku cadangan mereka.

Meski harus melewati laga yang menguras emosi dan energi, Prancis justru memetik pelajaran berharga. Pertandingan ini menjadi panggung pembuktian bahwa tim bertabur bintang tersebut tidak hanya memiliki estetika bermain yang menawan, tetapi juga mempunyai ketahanan mental dan nyali yang tebal. Sinyal bahaya kini dikirimkan Prancis kepada calon lawan mereka di perempat final: jika ada tim yang berniat mengajak mereka bermain "kotor", Prancis siap melayani tantangan tersebut hingga akhir.

Editor : Indra Zakaria
#prancis