Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Akhir Sebuah Siklus: Roberto Martinez Mundur dari Kursi Pelatih Portugal Usai Didepak Spanyol

Redaksi Prokal • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:04 WIB
Roberto Martinez mundur sebagai pelatih Timnas Portugal. (Dok. Timnas Portugal)
Roberto Martinez mundur sebagai pelatih Timnas Portugal. (Dok. Timnas Portugal)

 

PROKAL.CO- Gelombang perubahan besar langsung menghantam tim nasional Portugal pasca-kegagalan di Piala Dunia 2026. Roberto Martinez secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan pelatih kepala Selecao das Quinas. Keputusan mengejutkan ini meluncur hanya beberapa saat setelah Portugal didepak Spanyol dengan skor tipis 0-1 pada laga babak 16 besar yang berlangsung dramatis di Stadion Dallas, Amerika Serikat.

Langkah Portugal di tanah Amerika Utara harus terhenti secara menyakitkan akibat gol larut Mikel Merino pada masa injury time (menit ke-90+1). Kekalahan ini tidak hanya memulangkan Portugal, tetapi juga memicu Martinez untuk segera meletakkan jabatannya sebagai nakhoda tim.

"Ini adalah akhir dari sebuah siklus. Penting bagi tim untuk memiliki suara baru dan pemimpin baru," kata Martinez seusai pertandingan yang dikutip dari TNT Sports. "Saya akan membawa semua kenangan ini bersama saya. Saya berharap Portugal juga memiliki kenangan indah selama tiga setengah tahun saya menjadi pelatih. Ini adalah pengalaman terbaik dalam hidup saya."

Martinez menegaskan bahwa keputusan mundur ini murni karena tanggung jawab profesional, bukan sesuatu yang telah ia rencanakan jauh-jauh hari sebelum turnamen dimulai. Pelatih asal Spanyol tersebut mengaku datang ke turnamen ini dengan satu misi tunggal, yaitu membawa trofi emas ke Lisbon.

"Keputusan ini belum ditentukan sebelumnya. Saya datang dengan tujuan memenangkan Piala Dunia, dan karena saya tidak berhasil melakukannya, tidak masuk akal bagi saya untuk terus lanjut," ujarnya secara terbuka.

Catatan Perjalanan Tiga Setengah Tahun

Roberto Martinez pertama kali ditunjuk sebagai juru taktik Portugal pada Januari 2023, setelah ia menyudahi masa baktinya bersama generasi emas Belgia. Selama tiga setengah tahun masa kepemimpinannya, Martinez menorehkan rekam jejak yang cukup impresif, di antaranya Membawa Portugal mencapai babak perempat final Piala Eropa (Euro) 2024. Merengkuh trofi juara UEFA Nations League 2025 setelah menumbangkan Spanyol lewat drama adu penalti. Meloloskan Portugal ke putaran final dan babak gugur Piala Dunia 2026.

Pada putaran final Piala Dunia 2026 ini, Portugal melaju ke babak 16 besar dengan status runner-up Grup G. Mereka sempat ditahan imbang oleh Republik Demokratik Kongo dan Kolombia, namun sempat mengamuk lewat kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan. Di babak pertama fase gugur, Bruno Fernandes dan kawan-kawan sukses mendepak Kroasia lewat gol penentu di menit-menit akhir, sebelum akhirnya dijegal oleh Spanyol.

Mundurnya Roberto Martinez melengkapi akhir cerita melankolis bagi sepak bola Portugal pekan ini. Beberapa jam sebelumnya, laga melawan Spanyol tersebut juga resmi menjadi panggung penutup bagi megabintang Cristiano Ronaldo, yang di usia 41 tahun telah mengonfirmasi bahwa ini adalah Piala Dunia terakhir dalam karier internasionalnya.

Dengan perginya sang pelatih dan tuntasnya era sang kapten legendaris, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) kini harus bergerak cepat untuk berbenah. Portugal dipaksa segera mengalihkan fokus dan membangun ulang kekuatan tim, terlebih mereka mengemban misi besar jangka panjang untuk menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 mendatang bersama Spanyol dan Maroko.(*)

Editor : Indra Zakaria
#portugal