PROKAL.CO- Laga klasik babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol tidak hanya menyajikan drama taktik dan gol telat, tetapi juga menyisakan bumbu rivalitas yang membekas. Di penghujung laga yang dimenangkan Spanyol dengan skor tipis 1-0 tersebut, sorotan kamera justru tertuju pada perselisihan panas antara Bernardo Silva dan Rodri—dua gelandang genius yang ironisnya merupakan pilar penting di balik era kejayaan Manchester City.
Tensi tinggi memuncak ketika Portugal mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan di menit-menit akhir pertandingan. Bernardo Silva berhasil melepaskan sundulan berbahaya setelah menyambut umpan silang, namun bola melambung tipis di atas mistar gawang Spanyol yang dikawal Unai Simón.
Alih-alih langsung kembali ke posisinya untuk bersiap bertahan, Rodri tertangkap kamera merayakan kegagalan peluang tersebut tepat di hadapan Bernardo Silva. Gelandang bertahan Spanyol itu bahkan sempat menepuk kepala Bernardo—sebuah gestur provokatif yang langsung memantik api amarah sang pemain Portugal.
Tidak terima dengan perlakuan tersebut, Bernardo Silva langsung berbalik dan menunjuk-nunjuk wajah Rodri sambil melontarkan protes keras. Adu mulut sengit antar-rekan setim di level klub ini tak terhindarkan sebelum akhirnya sejumlah pemain dari kedua tim datang melerai untuk meredakan situasi agar tidak berujung keributan massal.
Sadar tindakannya melampaui batas profesionalitas dan dapat merusak hubungan pertemanan mereka, Rodri memilih untuk langsung mendinginkan suasana begitu peluit panjang berbunyi. Di hadapan awak media, pemain berusia 30 tahun itu mengakui kesalahannya yang terlalu terbawa arus emosi laga derby Iberia tersebut.
"Saya meminta maaf kepada Bernardo karena merayakan kegagalan peluangnya di akhir pertandingan. Itu adalah kesalahan saya," ujar Rodri berlapang dada seusai laga.
Insiden ini langsung menjadi buah bibir dan viral di jagat media sosial. Banyak pencinta sepak bola terkejut melihat dua jenderal lapangan tengah yang biasanya saling bahu-membahu mempersembahkan trofi Liga Inggris, justru terlibat friksi panas ketika mengenakan seragam tim nasional yang berbeda.
Di balik drama adu mulut tersebut, hasil ini menjadi kenyataan pahit yang harus ditelan mentah-mentah oleh skuad Portugal. Kekalahan dari tim matador tidak hanya menghentikan langkah mereka di Amerika Utara, tetapi juga resmi menutup lembaran buku sejarah Cristiano Ronaldo yang telah melakoni laga Piala Dunia terakhir dalam karier legendarisnya.
Sementara bagi Spanyol, kemenangan emosional ini mengantarkan mereka ke babak perempat final untuk menantang Belgia yang di laga lain sukses mengandaskan perlawanan tuan rumah Amerika Serikat. (*)
Editor : Indra Zakaria