Kontroversi Spanduk Malvinas Berujung Ancam Sanksi FIFA, Scaloni Ngaku Tak Tahu-Menahu

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:15 WIB
Pemain Argentina membawa spanduk bertuliskan Malvinas milik Argentina. Inggris dan Argentina pernah berperang memperebutkan Malvinas.
Pemain Argentina membawa spanduk bertuliskan Malvinas milik Argentina. Inggris dan Argentina pernah berperang memperebutkan Malvinas.
  

PROKAL.CO- Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, akhirnya angkat bicara merespons polemik spanduk bernuansa politik "Malvinas Milik Argentina" yang dibentangkan anak asuhnya usai menumbangkan Inggris 2-1 pada laga semifinal Piala Dunia 2026.

Meski aksi tersebut berpotensi mendatangkan sanksi tegas dari FIFA, Scaloni mengaku tidak mengetahui secara detail kejadian itu dan belum menerima pemberitahuan resmi mengenai investigasi yang sedang berjalan.

"Saya tidak tahu. Saya tidak mengetahui apa pun. Saya tidak tahu apakah sesuatu akan terjadi di masa depan. Tidak ada yang memberi tahu kami apa pun. Kita akan mencari tahu apakah ada sesuatu yang perlu diketahui," tegas Scaloni seperti dikutip dari Diario AS.

Aksi para pemain Albiceleste tersebut kini di bawah penyelidikan ketat FIFA karena dinilai melanggar Pasal 34.3 Regulasi Piala Dunia, yang secara tegas melarang segala bentuk pesan, slogan, ataupun simbol bermuatan politik ditampilkan di area pertandingan.

Isu Kepulauan Malvinas—atau yang dikenal Inggris sebagai Kepulauan Falkland—merupakan sengketa kedaulatan yang sangat sensitif secara historis dan politik sejak konflik bersenjata pada tahun 1982. Oleh sebab itu, pengibaran spanduk bertema klaim wilayah tersebut memicu kemarahan publik internasional.

Di tengah ancaman hukuman disiplin yang mengintai federasi sepak bola Argentina (AFA), Scaloni memilih untuk bersikap tenang sambil menanti hasil akhir penyelidikan badan sepak bola dunia tersebut.

Juru taktik berusia 48 tahun itu sendiri baru saja kembali ke tanah airnya dengan membawa kekecewaan usai Argentina gagal mempertahankan takhta juara dunia akibat kalah 0-1 dari Spanyol di partai final lewat gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
lionel scaloni