Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gemar Makanan Pedas? Waspada Gangguan Kesehatan yang Bisa Menyerang Kesehatan Tubuh Anda

izak-Indra Zakaria • 2023-11-07 12:56:54
pengaruh makanan pedas bagi kesehatan tubuh. ((source: pinterest/Iankewks))
pengaruh makanan pedas bagi kesehatan tubuh. ((source: pinterest/Iankewks))

Bagi sebagian orang, agaknya tidak puas jika makanan yang dikonsumsi tidak memiliki cita rasa pedas.

Apalagi, makanan pedas dianggap cukup efektif untuk membantu dan menambah nafsu makan.

Namun tahukah kamu, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas mungkin tidak terlalu baik bagi kesehatan.

Dilansir dari vinmec, Minggu (5/10), terdapat beberapa efek berbahaya akibat terlalu sering memakan makanan pedas sekaligus khasiat apa yang terkandung dalam cabai.

Mengonsumsi makanan pedas berlebihan bisa membawa sejumlah konsekuensi buruk bagi kesehatan, apa saja itu? Simak ulasan di bawah ini. 

1. Makan makanan yang sangat pedas dapat menimbulkan gangguan pada perut.

Gejala umum yang sering muncul meliputi mual, kembung, sensasi panas pada perut, atau bahkan dapat memicu penyakit heartburn atau maag.

Semakin tinggi tingkat kepedasannya, semakin berisiko pula terkena masalah tukak lambung dan duodenum.

2. Konsumsi berlebihan makanan pedas juga bisa mengganggu pola tidur.

Ketika cabai digunakan dalam makanan, suhu tubuh bisa meningkat, yang pada masalahnya dapat mengganggu kualitas tidur di malam hari.

Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang terlalu pedas dapat menjadi pemicu insomnia.

3. Kehilangan nafsu makan alami karena mengonsumsi makanan yang pedas adalah masalah yang umum.

Kebiasaan ini dapat membebani indera pengecap, mengganggu kemampuan lidah untuk merasakan berbagai rasa.

Dalam hal ini, konsumsi berlebihan makanan pedas terlalu sering dapat mengganggu masalah pada indera pengecap.

Oleh karena itu, sebaiknya mengonsumsi makanan pedas dengan frekuensi yang lebih terukur, sekitar 2-3 kali seminggu.

4. Terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas bisa menyebabkan sensasi panas di dalam tubuh.

Pemakaian cabai dalam jumlah yang besar dengan tingkat kepedasan yang tinggi dapat berdampak buruk, seperti sariawan, sensasi perih di anus, dan potensi terbentuknya aflatoksin pada cabai yang berjamur, yang dapat menyebabkan keracunan dan bahkan kanker.

Meskipun cabai memiliki kandungan vitamin C dan D yang bermanfaat bagi kesehatan, penggunaan berlebihan sebaiknya dihindari oleh individu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti kelemahan tubuh, gangguan lambung, masalah pada saluran pencernaan, batu empedu, atau individu yang sering mengonsumsi obat-obatan.

Penggunaan cabai sebaiknya dibatasi pada kasus-kasus ini karena dapat berdampak negatif terhadap kesehatan.

5. Mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan dapat berdampak negatif pada kulit, termasuk menimbulkan jerawat.

Makanan pedas memiliki sifat higroskopis yang dapat membuat kulit menjadi kasar, dan senyawa pedas tersebut dapat mengiritasi kulit, meningkatkan kerentanan terhadap jerawat.

Oleh karena itu, individu dengan kulit kering sebaiknya membatasi konsumsi makanan pedas yang mengandung tinggi garam.

6. Sementara itu, pada wanita hamil, konsumsi makanan pedas dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi yang dikandung.

Ibu hamil yang mengonsumsi makanan pedas berisiko menyebabkan alergi pada anaknya di kemudian hari atau membuat bayi rentan mengalami ruam dan panas pada tubuhnya saat lahir.

Sedangkan bagi ibu yang sedang menyusui, perlu berhati-hati dengan konsumsi makanan pedas, karena kandungan zat pedas dapat melewati ke dalam ASI dan memengaruhi bayi.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas juga dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan kesulitan tidur.

Khasiat cabai

Walaupun mengonsumsi terlalu banyak makanan pedas dapat berisiko bagi kesehatan, tetapi jika dikonsumsi dengan bijak, rasa pedas dari cabai juga dapat memberikan manfaat kesehatan berikut:

1. Konsumsi makanan pedas dapat berperan dalam meredakan rasa nyeri. Senyawa capsaicin pada cabai paprika, yang tidak memiliki bau atau rasa khusus, memiliki sifat merangsang sebagai pereda nyeri yang efektif. Capcaisin sering digunakan sebagai pereda nyeri alami untuk kasus pasca operasi, nyeri sendi, atau beberapa masalah kulit.

2. Mengonsumsi makanan pedas juga dapat membantu dalam mencegah serangan jantung. Rasa pedas pada cabai dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi risiko gangguan kardiovaskular, serta berperan dalam menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol dalam tubuh.

3. Selain itu, makanan pedas dapat membantu mengendalikan kebiasaan ngemil. Untuk individu yang mengalami flu, pilek, atau masalah pernafasan, cabai dapat membantu melawan berbagai penyakit tersebut secara efektif.

4. Makanan pedas mengandung sifat anti-inflamasi dan anti-depresi. Rasa pedas dari cabai dalam makanan dapat membantu meredakan peradangan, terutama dalam kasus penyakit yang berkaitan dengan sendi seperti arthritis. Selain itu, cabai juga memiliki manfaat yang efektif dalam melawan depresi.

5. Makanan pedas dapat merangsang sistem pencernaan dengan mengingkatkan sekresi lambung, pencernaan, dan nafsu makan jika dikonsumsi dengan porsi yang tepat, serta membantu menghindari masalah kembung.

Selain itu, makanan pedas mengandung senyawa capsaicin yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu dalam penurunan berat badan.

Meskipun mengonsumsinya berlebihan bisa berdampak negatif, pemanfaatan yang bijak akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan kita.(*)

Editor : izak-Indra Zakaria