Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Apakah Wajar Merasa Sedih dan Sering Menangis Saat Haid? Simak Penjelasannya Disini!

izak-Indra Zakaria • 2023-11-09 10:28:16
Ilustrasi wanita sedih./Freepik
Ilustrasi wanita sedih./Freepik

Suasana hati wanita biasanya mudah berubah-ubah saat menjelang haid atau menstruasi.

Emosi yang bergejolak juga menyebabkan wanita lebih mudah marah dan merasa kecewa tanpa sebab yang jelas.

Terkadang sebagian wanita sampai kehilangan kendali atas emosinya, lalu mereka menyesal dan merasa sedih hingga menangis.

Bahkan, tak jarang mereka menangis dan sedih tanpa alasan dan sebab yang jelas. 

Hal itu adalah gejala yang biasa dialami wanita menjelang maupun saat menstruasi.

Ketidakstabilan emosi ini tentunya sangat mengganggu rutinitas dan menyebabkan ketidaknyamanan untuk diri sendiri serta orang lain yang terkena imbasnya.

Adapun gejala-gejala tersebut biasanya menjadi bagian dari sindrom pramenstruasi (PMS) yang terjadi beberapa hari atau minggu sebelum haid. Gejala ini biasanya terjadi hingga awal masa menstruasi.

Lalu, apakah hal itu wajar terjadi pada wanita yang akan maupun tengah mengalami masa menstruasi?

Dilansir dari Healthline, sejumlah 75 persen wanita mengalami gejala PMS dengan tingkatan yang berbeda-beda.

Mereka cenderung merasa cemas, mudah tersinggung, depresi, dan mudah menangis di awal masa menstruasi.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab munculnya rasa sedih dan perasaan sensitif saat haid.

Namun, para ahli menyebutkan bahwa pemicu timbulnya gejolak emosi tersebut disebabkan oleh penurunan hormon estrogen dan progesteron yang terjadi setelah ovulasi.

Hormon tersebut membuat produksi serotonin berkurang. Serotonin atau dikenal sebagai bahan kimia kebahagiaan ini berfungsi untuk mengatur mood, nafsu makan, dan tidur nyenyak pada malam hari.

Oleh sebab itu, ketika kadar serotonin rendah akan menyebabkan perasaan sedih dan mudah menangis meskipun tidak ada pemicunya.

Keadaan itu normalnya terjadi selama beberapa hari saat masa menstruasi.

Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau mencegah gejolak emosi tersebut saat haid. Simak penjelasannya berikut ini. 

1. Mengkonsumsi Makanan Sehat

Fisik yang sehat biasanya menggambarkan kondisi mental yang baik pula.

Dengan konsumsi makanan sehat, dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi resiko mengalami depresi saat haid.

2. Olahraga Rutin

Olahraga secara rutin dapat membantu tubuh melepaskan hormon endorphin dan mampu meningkatkan mood seketika.

3. Alihkan Perhatian

Ketika emosi bergejolak dan hati semakin sensitif, coba alihkan perhatian dengan cara melakukan hal-hal yang menyenangkan.

Misalnya menonton film lucu atau melakukan kegiatan yang disukai. Hal itu sangat efektif dan mudah untuk dilakukan untuk mengurangi gejala haid tersebut.

4. Mengatur Pola Tidur yang Baik

Begadang menjadi aktivitas yang kurang baik bagi kesehatan.

Istirahatlah yang cukup, matikan dan jauhkan perangkat elektronik dari tubuh agar suasana tidur lebih kondusif. Kualitas tidur yang baik bisa mengurangi potensi stress pada saat haid.

5. Pakai Aromaterapi 

Menghirup aromaterapi dapat membantu menjaga suasana hati tetap baik. Ada beberapa minyak esensial yang disebut bisa memberikan sensasi ketenangan, seperti lavender, mawar, dan kamomil.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatur kestabilan emosi saat haid.

Kondisi yang dialami setiap wanita tentu berbeda-beda. Apabila mengalami kesedihan yang semakin mendalam saat menstruasi, segera hubungi psikolog atau psikiater agar mendapatkan penanganan dan dukungan medis yang tepat.(*)

Editor : izak-Indra Zakaria