Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ingat Ya...Stunting Bisa Berawal Sejak dalam Kandungan dan Bayi Lahir Prematur

izak-Indra Zakaria • Kamis, 7 April 2022 - 18:28 WIB
ILUSTRASI. Sebab Stunting salah satunya bersumber dari masalah asupan gizi pada anak. Fakta mengungkap, stunting dapat berawal dari status gizi ibu saat mengandung bayinya. (Romper)
ILUSTRASI. Sebab Stunting salah satunya bersumber dari masalah asupan gizi pada anak. Fakta mengungkap, stunting dapat berawal dari status gizi ibu saat mengandung bayinya. (Romper)

Balita bertubuh pendek atau stunting salah satunya bersumber dari masalah asupan gizi pada anak. Maka penting untuk fokus pada masa emas 1000 hari kehidupan pertama sejak dalam masa kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Fakta mengungkapkan stunting dapat berawal dari status gizi ibu saat mengandung bayinya.

Dalam webinar bersama platform Teman Anak, Selasa (5/4), Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik & Ketua Satgas Stunting IDAI Prof. Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K) mengatakan, balita stunting akan berdampak menurunkan kualitasnya sebagai sumber daya manusia di masa dewasa. Oleh sebab itu, stunting harus dicegah terutama di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Berbagai cara dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan, di antaranya seperti pemberian ASI dan MPASI yang benar berbasis protein hewani serta pemantauan pertumbuhan yang teratur di fasilitas kesehatan seperti posyandu setiap bulannya untuk deteksi dini dan tatalaksana segera weight faltering terbukti dapat mencegah stunting,” jelas Prof Damayanti.

Berawal dari Masa Kandungan

Dokter Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan Konsultan Obstertik Ginekologi Sosial & Ketua Pokja Angka Kematian Ibu (AKI) POGI,.Prof. DR. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH; mengatakan, sejak dalam kandungan janin dapat mengalami gangguan pertumbuhan yang berpotensi menyebabkan stunting. Persalinan prematur juga berpotensi menyebabkan stunting.

Kehamilan di usia remaja, malnutrisi (KEK/kurang energi kronik dan obesitas), anemia serta gangguan kesehatan ibu memiliki andil besar terjadinya gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan serta persalinan prematur. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, bahkan sebelum ibu hamil. 

“Kehamilan perlu direncanakan dan dipersiapkan dengan baik,” kata Prof Dwiana. Ada beberapa upaya mencegah stunting yang perlu dilakukan. Apa saja?

Salah satunya adalah menghindarkan kehamilan remaja, rutin memeriksakan kehamilan (ANC), menjaga asupan makanan agar memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan. Paling terpenting ibu memahami pentingnya perencanaan kehamilan agar ibu dapat tetap sehat dan bahagia saat hamil dan menyusui bayinya. (jpc)

Editor : izak-Indra Zakaria
#kesehatan #tumbuh kembang anak