Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

6 Bulan Perang, 33 Ribu Warga Gaza Tewas , Demo Besar di Tel Aviv Tuntut Netanyahu Mundur

Indra Zakaria • Senin, 8 April 2024 - 21:07 WIB

 

Gaza yang terus dibombardir oleh Israel.
Gaza yang terus dibombardir oleh Israel.
 

JALUR GAZA – Terhitung sekitar enam bulan lamanya kekejaman Israel berlangsung di Gaza. Sejak agresi 7 Oktober lalu, setidaknya 33.175 warga Palestina tewas akibat bom maupun peluru tentara Zionis (IDF).

Dilansir dari Al Jazeera, Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat, jumlah itu termasuk sekitar 38 orang tewas dalam 24 jam terakhir. Lebih dari 14 ribu anak serta 9.220 perempuan tewas akibat kekejaman Zionis (selengkapnya lihat grafis).

’’Kita telah mencapai tonggak sejarah yang buruk. Ini adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan,’’ ujar Kepala Kemanusiaan PBB Martin Griffiths memperingati enam bulan kengerian itu. Griffiths menyebut, eskalasi kebrutalan Israel sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

Kemenkes di Gaza tidak membedakan antara korban warga sipil dan kombatan dalam perhitungannya. Namun dilaporkan, dua pertiga dari korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.

Menurut PBB, ancaman kelaparan makin mendekat dan hanya sedikit warga Palestina yang mampu meninggalkan wilayah yang terkepung tersebut.

Sebanyak 31 persen anak-anak di bawah usia 2 tahun mengalami kekurangan gizi akut di Gaza Utara. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyoroti nasib warga Gaza yang terlunta-lunta di tanah airnya sendiri. Sebab, lebih dari 1,7 juta warga Gaza terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat serangan Israel. Mereka tidak punya tempat tujuan yang aman. Mereka terancam merayakan Idulfitri di tengah perang.

Terpisah, di Tel Aviv, ribuan warga Israel turun ke jalan untuk memperingati enam bulan konflik. Massa menuntut PM Israel Benjamin Netanyahu mundur dari jabatan dan digelar pemilu lebih dini. Dilansir dari Agence France-Presse (AFP), sekitar 100 ribu orang berkumpul di persimpangan jalan Tel Aviv yang telah berganti nama menjadi ’’Lapangan Demokrasi’’.

Mereka meneriakkan ’’pemilihan sekarang’’ sambil menyerukan agar Netanyahu mundur. Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid turut mengambil bagian di Kfar Saba, sebelum keberangkatannya untuk melakukan pembicaraan di Washington.

 

Iran Kembali Tebar Ancaman

Di lain pihak, Iran terus memperingatkan Israel atas aksi balasan. Seorang penasihat pemimpin tertinggi Iran memperingatkan bahwa Kedutaan Besar Israel tidak lagi aman setelah serangan IDF di Suriah. ’’Kedutaan besar rezim Zionis tidak lagi aman,’’ ujar Yahya Rahim Safavi, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, seperti dikutip kantor berita ISNA.

Selain Israel, Amerika Serikat ikut ketar-ketir. AS yang merupakan sekutu Israel turut waspada menghadapi kemungkinan serangan Iran yang menargetkan aset-aset Israel atau AS di beberapa wilayah. ’’Kami benar-benar berada pada tingkat kewaspadaan yang tinggi,’’ kata seorang pejabat AS dilansir AFP. (dee/c7/bay/jpg/riz/k16)

Editor : Indra Zakaria
#Israel #gaza