Ledakan tersebut membuat berubah menjadi bentuk tapal kuda atau tanduk. Disertai bagian tengah gelap dan sayap atau titik terang. Oleh karena itu, banyak media menjulukinya sebagai komet setan. Beberapa juga ada menyebut sebagai Millenium Falcon yang diambil dari nama kapal dalam film Star Wars.
Para astronom tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan kemunculan tanduk tersebut. Mereka menduga kemungkinan karena komet mengeluarkan gas dan debu secara tidak merata. Hal itu memungkinkan adanya satu area yang tidak mengeluarkan uap.
Efek bayangan juga memengaruhi terlihatnya tanduk di komet tersebut. Material yang lebih padat atau topografi di pusat komet tampak menghalangi sebagian material terang di belakangnya dari sudut pandang mata. Walau terlihat unik, tenang saja hal ini tidak berbahaya.
Komet Setan Tidak Berbahaya Bagi Bumi
Komet setan (Pons-Brooks) tidak membahayakan bumi. Komet tersebut bergerak mengelilingi matahari di titik perihelion. Selain itu, komet ini melakukannya dari jarak 0,8 unit astronomi (74,4 juta mil atau 119,7 juta km — 1 unit astronomi-AU).
Jarak itu adalah jarak bumi dengan matahari. Diketahui, bumi berjarak 1 AU dari titik perihelion (matahari). Jarak tersebut cukup dekat dan berada dalam orbit bumi. Meski demikian, jarak ini tidak sedekat Planet Venus yang terletak sekitar 0,7 AU dari matahari.
Orbit komet setan ini juga sangat miring dan pada dasarnya diturunkan dari atas ekliptika (bidang tempat planet mengorbit). Ketika mengelilingi matahari, komet tersebut akan melewati orbit bumi (di luar) dan Venus (di dalam) sebelum keluar lagi dari dalam tata surya.
Komet setan juga tidak akan pernah melintasi orbit bumi. Tidak akan juga menimbulkan bahaya apabila sedang berbenturan. Jarak terdekat komet ini dengan bumi adalah 1,5 AU pada Juni 2024. Artinya, komet tersebut berjarak satu setengah kali dari matahari ke bumi.
Mungkin akan Terlihat saat Gerhana Matahari Total
Komet setan terakhir kali melewati perihelion yang titik terdekatnya dengan matahari di dalam orbit, adalah pada 1954. Berikutnya, akan terjadi pada 21 April 2024. Fenomena tersebut terjadi hanya berselang dua minggu setelah gerhana matahari total hari ini.