Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Iran Tegaskan Tidak Akan Gentar Hadapi Ancaman Militer Amerika Serikat

Redaksi Prokal • 2026-01-16 11:15:00
Warga Iran pendukung pemerintah.
Warga Iran pendukung pemerintah.

TEHERAN – Pemerintah Iran menyatakan sikap tegas bahwa mereka tidak akan tinggal diam menghadapi retorika ancaman yang dilontarkan oleh Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dalam sebuah percakapan telepon dengan Kepala Divisi Keamanan Internasional Kementerian Luar Negeri Swiss, Gabriel Luechinger.

Dalam pembicaraan tersebut, Larijani menekankan bahwa meski pihaknya menghargai upaya diplomatik dan pendekatan positif dari Swiss dalam meredakan ketegangan global, Iran tetap akan bersikap reaktif terhadap setiap ancaman yang datang dari Washington. Larijani juga memuji peran historis Swiss yang sering menjadi penengah dalam berbagai krisis internasional sebelumnya yang melibatkan Teheran.

Ketegangan diplomatik ini memuncak di tengah situasi internal Iran yang sedang bergejolak. Sejak akhir Desember 2025, aksi protes besar-besaran meletus di berbagai wilayah Iran akibat keresahan masyarakat terhadap lonjakan inflasi yang dipicu oleh melemahnya nilai tukar mata uang rial. Gelombang unjuk rasa ini semakin intensif setelah adanya seruan dari tokoh oposisi di pengasingan pada awal Januari, yang diikuti dengan kebijakan pemblokiran akses internet oleh pemerintah setempat.

Di lapangan, demonstrasi di beberapa kota dilaporkan berubah menjadi bentrokan fisik dengan aparat keamanan. Para pengunjuk rasa menyuarakan kritik tajam terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, sementara laporan mengenai adanya korban jiwa baik dari sisi demonstran maupun pasukan keamanan mulai bermunculan.

Situasi panas ini memancing reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebelumnya, pada akhir Desember, Trump telah memberikan peringatan bahwa AS akan mendukung serangan terhadap Iran jika Teheran kembali melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya. Menanggapi kerusuhan domestik di Iran, Trump bahkan mengancam akan melancarkan serangan dahsyat jika pemerintah Iran melakukan kekerasan fatal terhadap para demonstran, sembari menjanjikan dukungan AS bagi rakyat Iran.

Hingga saat ini, kondisi di Teheran dan kota-kota besar lainnya masih dalam pantauan internasional. Sikap keras yang ditunjukkan Ali Larijani menandakan bahwa Iran siap menghadapi tekanan eksternal dari Amerika Serikat di tengah upaya mereka menstabilkan kondisi politik dan ekonomi di dalam negeri. (*)

Editor : Indra Zakaria